Temu: E-commerce dengan 850 Juta Pengguna Dilarang di Indonesia!
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 08:52 WIB
Dampak Temu di Berbagai Negara
Di Amerika Serikat, Temu dengan cepat menjadi fenomena. Aplikasi ini berhasil menduduki peringkat teratas di App Store dan Google Play Store, mengalahkan aplikasi-aplikasi populer lainnya seperti Amazon dan Shein. Keberhasilan Temu di AS didorong oleh beberapa faktor, antara lain:• Harga sangat murah: Temu menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan e-commerce lainnya, bahkan untuk produk-produk yang sama.
• Beragam promo: Temu selalu menawarkan berbagai promo menarik, seperti diskon, gratis ongkir, dan cashback, untuk memikat konsumen.
• Pengalaman belanja mudah dan menyenangkan: Aplikasi Temu dirancang dengan antarmuka yang user-friendly dan mudah digunakan.
Namun, kehadiran Temu juga menimbulkan kekhawatiran di beberapa negara. Di AS, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mencabut pembebasan pajak untuk paket impor bernilai rendah yang banyak dikirim oleh perusahaan seperti Temu dan Shein. Jika kebijakan ini diterapkan, maka harga barang di Temu bisa menjadi lebih mahal dan keunggulan kompetitifnya akan berkurang.
Temu Ditolak Masuk Indonesia
Di Indonesia, Menkominfo Budi Arie Setiadi telah menyatakan dengan tegas bahwa pemerintah tidak akan memberikan izin bagi Temu untuk beroperasi di Indonesia. Alasannya, Temu dianggap dapat merusak ekosistem UMKM lokal karena model bisnisnya yang menghubungkan langsung konsumen dengan produsen di China.Lihat Juga :