Kebutuhan Sel Punca Meningkat, Riset dan Pengembangan Bioteknologi Digenjot

Kamis, 12 September 2024 - 21:27 WIB
“Kami berharap perjuangan DBI dapat menjadi inspirasi dan tolok ukur bagi industri lain untuk berinovasi serta menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi farmasi,” ujar Taruna Ikrar.

Disebutkan Taruna, salah satu perusahaan yang telah menerima sertifikat CPOB dari BPOM adalah Daewoong Biologics Indonesia (DBI), anak perusahaan lokal Daewoong Pharmaceutical. Sertifikat itu diberikan untuk pabrik sel punca yang berlokasi di kawasan industri Jababeka Cikarang.

"Dengan sertifikasi GMP ini, Daewoong telah mengambil langkah pertama dalam proyek penelitian dan pengembangan berskala besar bekerja sama dengan industri farmasi dan biofarmasi Indonesia," ujar CEO Daewoong Pharmaceutical Shawn Park.

Daewoong memiliki kemampuan untuk memproduksi sel punca berkualitas tinggi. Perusahaan telah memperoleh izin untuk ketiga persyaratan utama pengembangan dan produksi biofarmasi canggih di Korea: manufaktur biofarmasi canggih, pengelolaan sel manusia, dan fasilitas pemrosesan sel.

Berdasarkan hal ini, Daewoong berencana untuk memperkenalkan berbagai sel punca seperti sel punca yang berasal dari tali pusat dan sel punca yang berasal dari jaringan lemak, serta memperluas jaringan untuk mencakup sel eksosom dan sel imun guna menyediakan pilihan pengobatan yang inovatif bagi pasien Indonesia.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!