Temuan Baru, Bintang Utara Ternyata Punya Bintik dan Pendamping Tersembunyi
Rabu, 21 Agustus 2024 - 06:22 WIB
Polaris sebenarnya adalah sistem beberapa bintang, dengan bintang utama (Polaris Aa) diorbit oleh pendamping yang lebih kecil (Polaris Ab) setiap 30 tahun. Studi ini berfokus pada pengukuran orbit dan massa kedua bintang ini dengan tepat. Tim yang dipimpin oleh Nancy Remage Evans dari Smithsonian Astrophysical Observatory dan rekan-rekannya menggunakan kombinasi teknik untuk mengamati Polaris selama beberapa tahun.
Salah satu metode utama adalah interferometri, yang menggabungkan cahaya dari beberapa teleskop untuk menciptakan gambar ultra tajam.
Baca Juga: Misteri Lubang Hitam Menurut Al Quran, Disebut Sebagai Kuburan Bintang-bintang
Para peneliti menggunakan CHARA Array, instalasi enam teleskop di California, untuk mengamati Polaris dari tahun 2016 hingga 2021. Mereka juga menganalisis data dari Teleskop Luar Angkasa Hubble dan menggunakan teknik yang disebut interferometri bintik di Observatorium Apache Point.
Dengan melacak pergerakan Polaris Ab mengelilingi Polaris Aa, tim dapat menghitung massa bintang utama. Mereka menemukan Polaris Aa memiliki massa sekitar 5,13 kali massa Matahari, dengan ketidakpastian hanya 5%. Ini lebih besar dari perkiraan sebelumnya dan memberikan data penting untuk menguji teori tentang bagaimana bintang berevolusi.
Salah satu metode utama adalah interferometri, yang menggabungkan cahaya dari beberapa teleskop untuk menciptakan gambar ultra tajam.
Baca Juga: Misteri Lubang Hitam Menurut Al Quran, Disebut Sebagai Kuburan Bintang-bintang
Para peneliti menggunakan CHARA Array, instalasi enam teleskop di California, untuk mengamati Polaris dari tahun 2016 hingga 2021. Mereka juga menganalisis data dari Teleskop Luar Angkasa Hubble dan menggunakan teknik yang disebut interferometri bintik di Observatorium Apache Point.
Dengan melacak pergerakan Polaris Ab mengelilingi Polaris Aa, tim dapat menghitung massa bintang utama. Mereka menemukan Polaris Aa memiliki massa sekitar 5,13 kali massa Matahari, dengan ketidakpastian hanya 5%. Ini lebih besar dari perkiraan sebelumnya dan memberikan data penting untuk menguji teori tentang bagaimana bintang berevolusi.
(msf)
Lihat Juga :