Waspada Penipuan, Banyak Nomor Kontak Palsu di Google Maps

Kamis, 15 Agustus 2024 - 12:58 WIB
Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Solo Wening Damayanti mengatakan, peretasan akun Google Bisnis terjadi pada Minggu (11/8). Banyak hotel yang telah melaporkan ke PHRI atas kasus peretasan ini.

"Banyak aduan dari anggota PHRI bahwa data di google baik nomor telepon dan alamat, sampai googlemaps diubah. Kami mengumpulkan IT hotel untuk koordinasi, ada ekpert juga yang kami hadirkan untuk bicara mengenai penanganan masalah ini," kata Wening saat dihubungi awak media, Selasa (13/8).

Dengan peretasan ini, memungkinkan calon tamu menghubungi kontak pelaku penipuan untuk bertanya-tanya terkait hotel, hingga melakukan reservasi. Jika reservasi telah dilakukan, nomor rekening yang diberikan adalah milik pelaku penipuan.

Untuk mengantisipasi adanya korban, PHRI telah mengumpulkan tim IT masing-masing hotel untuk melakukan pemulihan data. Sosialisasi juga terus digencarkan masing-masing hotel di Kota Solo, agar tamu tetap menghubungi nomor resmi pihak hotel.

Baca Juga: Petal Maps, Peta Digital Buatan Huawei yang Menantang Google Maps

"Setidaknya masing-masing hotel bisa menangani secara mandiri dulu, tapi kalau tidak bisa menangani secara mandiri PHRI siap untuk membantu, kami terjunkan tim membantu hotel-hotel yang tidak punya tim IT. Langkah selanjutnya kami koordinasi dengan pengurus di bidang hukum untuk mengkaji apa yang bisa kita lakukan, apakah laporan kepolisian atau bagaimana," katanya.

Dari hasil penelusuran tin PHRI Solo, ada 22 nomor berbeda yang digunakan pelaku. Nomor itu disisipkan pada akun Google Bisnis maupun Googlemaps di setiap akun hotel.

Wening mengatakan, setiap nomor penipuan itu, bahkan dicantumkan ke beberapa hotel. Tak hanya di Kota Solo, namun juga hotel di luar Kota Solo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!