Aduh, Xiaomi Diduga Kumpulkan Data Pengguna Ponsel Cerdasnya
Sabtu, 02 Mei 2020 - 02:30 WIB
Saat meramban website dari peramban Xiaomi default perangkat, perangkat menyimpan semua situs web yang dikunjungi. Termasuk permintaan mesin pencari, apakah dengan Google atau DuckDuckGo yang berfokus pada privasi. Pelacakan ini tampaknya terjadi, meskipun dia menggunakan mode "penyamaran" pribadi.
Perangkat juga menyimpan file yang dibuka dan ke mana dirinya pergi (di smartphone-nya). Semua data dikumpulkan dan dikirim ke server di Singapura dan Rusia. Meskipun domain web yang di-hosting terdaftar di Beijing, China.
Untuk memverifikasi klaimnya, Forbes meminta peneliti cybersecurity Andrew Tierney untuk menyelidiki. Dia juga menemukan dugaan bahwa browser yang disediakan oleh Xiaomi di Google Play -Mi Browser Pro dan Mint Browser- mengumpulkan data yang sama. Menurut statistik dari Google Play, keduanya telah diunduh lebih dari 15 juta unduhan.
Ada kemungkinan jutaan orang terpengaruh atas masalah ini. Cirlig menggambarkan hal itu sebagai masalah privasi yang serius, meskipun Xiaomi telah membantah adanya masalah.
Dengan kapitalisasi pasar sebesar USD50 miliar, Xiaomi adalah salah satu dari empat produsen smartphone teratas di dunia dalam hal pangsa pasar. Merek berada di belakang Apple, Samsung, dan Huawei. Penjualan terbesar Xiaomi datang dari perangkat entry-level dan menengah, yang menghadirkan banyak fitur smartphone kelas atas.
Perangkat juga menyimpan file yang dibuka dan ke mana dirinya pergi (di smartphone-nya). Semua data dikumpulkan dan dikirim ke server di Singapura dan Rusia. Meskipun domain web yang di-hosting terdaftar di Beijing, China.
Untuk memverifikasi klaimnya, Forbes meminta peneliti cybersecurity Andrew Tierney untuk menyelidiki. Dia juga menemukan dugaan bahwa browser yang disediakan oleh Xiaomi di Google Play -Mi Browser Pro dan Mint Browser- mengumpulkan data yang sama. Menurut statistik dari Google Play, keduanya telah diunduh lebih dari 15 juta unduhan.
Ada kemungkinan jutaan orang terpengaruh atas masalah ini. Cirlig menggambarkan hal itu sebagai masalah privasi yang serius, meskipun Xiaomi telah membantah adanya masalah.
Dengan kapitalisasi pasar sebesar USD50 miliar, Xiaomi adalah salah satu dari empat produsen smartphone teratas di dunia dalam hal pangsa pasar. Merek berada di belakang Apple, Samsung, dan Huawei. Penjualan terbesar Xiaomi datang dari perangkat entry-level dan menengah, yang menghadirkan banyak fitur smartphone kelas atas.
Lihat Juga :