FBI Pernah Bagikan 7.000 Kunci Dekripsi Ransomware LockBit Gratisan untuk Bantu Korban

Senin, 01 Juli 2024 - 17:22 WIB
Bulan lalu, seorang warga negara Rusia berusia 31 tahun bernama Dmitry Yuryevich Khoroshev diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai administrator dan pengembang grup tersebut. Meski klaim itu dibantah oleh LockBitSupp.

Jangan Pernah Membayar Ransomware

Statistik yang dibagikan Malwarebytes menunjukkan bahwa keluarga ransomware LockBit dikaitkan dengan 28 serangan yang dikonfirmasi pada April 2024. Termasuk diantaranya ada Play, Hunters International, dan Black Basta.

Vorndran juga menekankan bahwa perusahaan yang memilih membayar untuk mencegah kebocoran data tidak memiliki jaminan bahwa informasi tersebut benar-benar dihapus oleh penyerang. “Bahkan jika Anda mendapatkan data kembali dari penjahat, Anda harus berasumsi bahwa suatu hari nanti data tersebut mungkin akan dirilis, atau Anda mungkin suatu hari nanti akan diperas lagi untuk data yang sama."

Survei terhadap 1.200 profesional keamanan Veeam Ransomware Trends Report 2024 menyebut, organisasi yang mengalami serangan ransomware dapat memulihkan, rata-rata, hanya 57% dari data yang diserang. Sehingga korban rentan kehilangan data substansial dan berdampak negatif pada bisnis.

Perkembangan ini bertepatan dengan kemunculan pemain baru seperti SenSayQ dan CashRansomware (alias CashCrypt), karena keluarga ransomware yang sudah ada seperti TargetCompany (alias Mallox dan Water Gatpanapun) terus menyempurnakan cara kerja mereka dengan memanfaatkan varian Linux baru untuk menargetkan sistem VMWare ESXi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!