Waspada! Google Chrome Palsu Curi Data Pengguna
Kamis, 06 Juni 2024 - 08:38 WIB
Google Chrome palsu disinyalir dijadikan alat untuk mencuri data pengguna. (Foto: Essanews)
JAKARTA - Beredar kabar di dunia maya terdapat Google Chrome palsu curi data pengguna. Diduga data tersebut tersimpan di server Rusia.
Kabar tadi viral setelah para ahli dari AG Data mendeteksi aplikasi Android palsu yang menyamar sebagai browser Google Chrome. Pengamatan mereka menunjukkan bahwa program tersebut digunakan untuk mencuri data yang berakhir di server di Rusia.
Dilansir dari Essanews, Kamis (6/6/2024), dugaan tadi muncul setelah seorang pengguna ponsel Android mengunduh aplikasi Google Chrome dari sumber yang tidak resmi. Sekilas terlihat tidak ada masalah, namun para ahli meyakini bahwa ini bisa berbahaya.
Pakar keamanan siber dari AG Data membuktikan bahwa aplikasi tersebut terlihat persis dengan browser Google Chrome asli. Namun, setelah dilakukan analisis menyeluruh, terungkap bahwa hal tersebut mengandung kode berbahaya.
Baca Juga: 4 VPN Gratis Terbaik untuk Google Chrome
Faktanya setelah proses instalasi aplikasi secara otomatis mengumpulkan data penting seperti kata sandi, data login, dan riwayat penelusuran bahkan aplikasi tersebut memiliki akses terhadap mikrofon dan kamera sehingga memicu potensi kejahatan yang mengetahui kehidupan pengguna sehari-hari.
Kabar tadi viral setelah para ahli dari AG Data mendeteksi aplikasi Android palsu yang menyamar sebagai browser Google Chrome. Pengamatan mereka menunjukkan bahwa program tersebut digunakan untuk mencuri data yang berakhir di server di Rusia.
Dilansir dari Essanews, Kamis (6/6/2024), dugaan tadi muncul setelah seorang pengguna ponsel Android mengunduh aplikasi Google Chrome dari sumber yang tidak resmi. Sekilas terlihat tidak ada masalah, namun para ahli meyakini bahwa ini bisa berbahaya.
Pakar keamanan siber dari AG Data membuktikan bahwa aplikasi tersebut terlihat persis dengan browser Google Chrome asli. Namun, setelah dilakukan analisis menyeluruh, terungkap bahwa hal tersebut mengandung kode berbahaya.
Baca Juga: 4 VPN Gratis Terbaik untuk Google Chrome
Faktanya setelah proses instalasi aplikasi secara otomatis mengumpulkan data penting seperti kata sandi, data login, dan riwayat penelusuran bahkan aplikasi tersebut memiliki akses terhadap mikrofon dan kamera sehingga memicu potensi kejahatan yang mengetahui kehidupan pengguna sehari-hari.
Lihat Juga :