Acak Sinyal Starlink, Rusia Pakai Teknologi Canggih

Senin, 27 Mei 2024 - 21:00 WIB
Sejauh ini, Starlink beroperasi dengan membangun jaringan internet ke terminal portabel yang berbasis di Bumi menggunakan konstelasi satelit. Kemampuan Starlink pun menjadi sasaran Rusia sejak bulan-bulan awal krisis perang dengan Ukraina.

Sputnik merinci rincian teknis dari beberapa alat yang dimiliki Rusia untuk menghentikan operasi Starlink di Ukraina tidak melanggar hukum internasional – termasuk penggunaan radar berbasis darat untuk mendeteksi pengoperasian. Fungsi lainnya menentukan lokasi terminal Starlink via transmisi sinyal secara langsung, salah satunya dengan sistem Borshchevik.

Menteri Transformasi Digital Ukraina Mykhailo Fedorov mengatakan kepada New York Times bahwa serangan terbaru Rusia terhadap Starlink tampaknya menggunakan teknologi yang lebih maju. "Rusia menguji mekanisme berbeda untuk mengganggu kualitas koneksi Starlink karena ini sangat penting bagi kami," katanya.

Baca Juga: Rusia: Satelit Starlink Elon Musk Bisa Membajak Rudal saat Terbang

Fedorov tidak merinci sifat sistem elektronik Rusia, namun mengatakan bahwa pemerintah Rusia terus berkomunikasi dengan Starlink untuk mencoba menyelesaikan masalah tersebut.

Para ahli dari negara-negara NATO tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan hilangnya sinyal Starlink akibat peralatan pengacak Rusia yang lebih canggih atau generasi baru senjata peperangan elektronik khusus yang dipasang pada drone untuk mengacaukan sinyal GPS. Media AS juga menyebut badai matahari yang mungkin menyebabkan pemadaman listrik secara acak.

Rusia secara signifikan telah menunjukkan keunggulan teknologi yang semakin besar dibandingkan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini terbukti dengan serangan melalui garis pertahanan yang dijaga ketat di Donbass – yang telah dibangun oleh militer Ukraina selama hampir satu dekade dengan bantuan NATO. Strategi perang Rusia terbilang maju pesat di wilayah Kharkov untuk menciptakan zona sanitasi setelah berulang kali serangan Ukraina terhadap infrastruktur sipil Rusia, termasuk kota perbatasan Belgorod.

Pensiunan Letnan Jenderal Angkatan Darat AS dan mantan komandan operasi khusus Mike Nagata memperingatkan pekan lalu bahwa Amerika Serikat tergolong tertinggal dari musuh-musuhnya dalam peperangan elektronik meskipun telah melakukan upaya terbaiknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!