Insiden Singapore Airlines: Mengenal 5 Jenis Turbulensi Pesawat dan Faktor Penyebabnya

Rabu, 22 Mei 2024 - 07:02 WIB
Turbulensi pesawat bisa datang tidak terduga dan disebabkan oleh berbagai faktor. Foto: AP/Elaine Thompson
JAKARTA - Gara-gara turbulensi parah, penerbangan Singapore Airlines SQ321 dari London ke Singapura terpaksa dialihkan ke Bangkok. Bahkan, satu orang meninggal dunia dan puluhan luka-luka.

Ini kasus yang sangat jarang akibat turbulensi. Korban terakhir yang disebabkan oleh turbulensi menurut IATA terjadi pada 1997. Yakni penerbangan United Airlines dari Tokyo ke Honolulu.



Apalagi, pada pesawat komersial dan penerbangan jarak jauh, turbulensi bukanlah sesuatu yang sebenarnya perlu dikhawatirkan. Sebab, menurut data, kecelakaan akibat turbulensi seringnya justru terjadi di penerbangan lokal.

Secara umum, turbulensi disebabkan oleh pertemuan udara pada suhu, tekanan, atau kecepatan yang berbeda, di mana pola angin yang berbeda bertabrakan – seperti perahu yang tiba-tiba menghadapi air berombak.

Sementara beberapa kondisi cuaca dan geografis, seperti badai petir, pegunungan, dan kemunculan awan tertentu, dapat menandakan turbulensi di depan, ada juga "turbulensi udara bersih", yang dapat mengejutkan pilot pesawat dan terjadi tanpa peringatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!