Rudal Balistik Scud, Senjata Era Uni Soviet yang Masih Ditemukan hingga Sekarang
Jum'at, 03 Mei 2024 - 11:21 WIB
Mengutip Missile Threat, Jumat (3/5/2024), Scud awalnya dikembangkan untuk membawa hulu ledak nuklir. Varian pertama ‘Scud A’ mulai beroperasi pada 1955 dan memiliki jangkauan hingga 190 km.
Pada 1958, rudal tersebut dilengkapi hulu ledak nuklir 50 kT. Sayangnya, performanya buruk, sehingga membuatnya lebih cocok digunakan terhadap sasaran lunak stasioner berukuran besar.
Setelahnya, desain dasar Scud diperbarui dan memunculkan Scud-B pada 1965. Secara kemampuan, versi ini lebih baik dari pendahulunya.
Seiring waktu, pengembangan Scud masih dilakukan. Rudal tersebut bahkan terus diproduksi dan dipasarkan, setidaknya hingga kejatuhan Uni Soviet.
Namun, keruntuhan Uni Soviet bukanlah akhir dari Scud. Rudal ini masih dijumpai dalam penggunaannya di negara-negara seperti Iran dan Libya.
Berkaca pada kemampuannya, negara-negara lain mulai merancang rudal sendiri dengan mendasarkannya pada kemampuan Scud. Misalnya Irak, negara ini membuat Scud versi sendiri yang diberi nama Al Hussein dengan jangkauan hingga 400 mil.
Pada 1958, rudal tersebut dilengkapi hulu ledak nuklir 50 kT. Sayangnya, performanya buruk, sehingga membuatnya lebih cocok digunakan terhadap sasaran lunak stasioner berukuran besar.
Setelahnya, desain dasar Scud diperbarui dan memunculkan Scud-B pada 1965. Secara kemampuan, versi ini lebih baik dari pendahulunya.
Seiring waktu, pengembangan Scud masih dilakukan. Rudal tersebut bahkan terus diproduksi dan dipasarkan, setidaknya hingga kejatuhan Uni Soviet.
Namun, keruntuhan Uni Soviet bukanlah akhir dari Scud. Rudal ini masih dijumpai dalam penggunaannya di negara-negara seperti Iran dan Libya.
Berkaca pada kemampuannya, negara-negara lain mulai merancang rudal sendiri dengan mendasarkannya pada kemampuan Scud. Misalnya Irak, negara ini membuat Scud versi sendiri yang diberi nama Al Hussein dengan jangkauan hingga 400 mil.
Lihat Juga :