Gunung Berapi Lontarkan Emas Senilai Rp97 Juta Tiap Hari

Kamis, 25 April 2024 - 08:28 WIB
Penemuan baru dari NASA ini konsisten dengan pengamatan pelepasan emas dari gunung berapi pada tahun 1991. Kemudian, seperti sekarang, para peneliti menemukan partikel emas di gas vulkanik gunung berapi dan salju di sekitarnya.

Philip Kyle dari Institut Pertambangan dan Teknologi New Mexico di Socorro mengatakan deposit emas kemungkinan besar berasal dari batuan vulkanik. Pelapasan gas panas dari gunung oleh lava membawa sejumlah partikel emas ke udara.

Gunung Erebus diperkirakan mengeluarkan butiran emas 0,1 hingga 20 mikrometer ke dalam gas vulkanik dan 60 mikrometer ke salju di sekitarnya.

Baca Juga: Lebih Berharga dari Gunung Emas, Berlian Pink Terbesar di Dunia Ditemukan

Menurut Observatorium Bumi NASA, mereka menemukan debu logam mulia hingga 621 mil jauhnya dari lubang lava Erebus paling selatan. Tingginya 12.448 kaki (3.794,02 meter). Menurut Connor Bacon dari Lamont-Doherty Earth Observatory di Universitas Columbia di New York, sejak tahun 1972 Gunung Erebus juga memiliki danau lava, di salah satu kawah puncaknya.

Konsep gunung berapi yang mengeluarkan emas setiap hari memang menarik, namun dampaknya terhadap permintaan emas global bisa minimal kecuali pengumpulan dan penyimpanannya berubah secara signifikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!