Melawan Lanskap Ancaman Kejahatan Siber yang Kian Berkembang

Kamis, 28 Maret 2024 - 17:50 WIB
Kemajuan semakin terhambat oleh kekurangan talenta yang kritis, dengan 97% perusahaan menyoroti masalah ini. Bahkan, 59% perusahaan mengatakan bahwa mereka memiliki lebih dari sepuluh posisi terkait keamanan siber yang belum terisi dalam organisasi mereka pada saat survei dilakukan.

Meningkatnya Investasi Keamanan Siber: Perusahaan menyadari tantangan tersebut dan meningkatkan pertahanan mereka, dengan 84% berencana untuk melakukan peningkatan signifikan terhadap infrastruktur IT mereka dalam 12 hingga 24 bulan mendatang.

Ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan hanya 41% yang berencana melakukannya tahun lalu.

Terutama, organisasi berencana untuk meningkatkan solusi yang sudah ada (85%), menerapkan solusi baru (49%), dan berinvestasi dalam teknologi berbasis AI (74%).

Selain itu, semua perusahaan yang disurvei di Indonesia berencana untuk meningkatkan anggaran keamanan siber mereka dalam 12 bulan mendatang, dan 95% responden mengatakan anggaran mereka akan meningkat sebesar 10% atau lebih.

"Threat landscape saat ini lebih rumit daripada sebelumnya, dan organisasi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, terus tertinggal dalam ketahanan siber mereka," tutup Marina Kacaribu, Managing Director, Cisco Indonesia.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!