Ilmuwan Temukan Jejak Kaki Dinosaurus dan Pahatan Batu Misterius
Sabtu, 30 Maret 2024 - 17:26 WIB
Luar biasanya lagi, tempat ini menyimpan petroglif, pahatan batu yang dibuat oleh orang-orang zaman purba. Petroglif ini diperkirakan berusia antara 9.400 dan 2.620 tahun dan terletak di dekat fosil jejak kaki dinosaurus. Menariknya, banyak dari ukiran tersebut menggambarkan lingkaran yang dihiasi garis dan pola geometris lainnya, bahkan ada yang terlihat seperti jejak kaki dinosaurus itu sendiri.
Baca Juga : Wanita Bertangan 'Dinosaurus' Ikhlas dengan Kondisinya
Menurut para peneliti, hubungan erat antara petroglif dan jejak kaki dinosaurus bukanlah suatu kebetulan. Mereka berpendapat bahwa orang-orang prasejarah yang menciptakan petroglif dengan sengaja memilih lokasi-lokasi ini, sehingga memberikan makna budaya pada jejak kaki dinosaurus lebih dari sekedar jejak kaki biasa.
Sifat petroglif itu memberikan beberapa petunjuk menarik. Bentuk lingkaran yang berulang mungkin melambangkan benda langit, simbol kesuburan, atau bahkan jejak kaki dinosaurus itu sendiri. Para peneliti mengatakan kesamaan antara jejak kaki dinosaurus dan jejak burung rhea yang mirip dengan emu, burung terbesar yang masih hidup di Amerika Selatan, mungkin tidak membantu masyarakat zaman dahulu menafsirkan sisa-sisa fosil.
Baca Juga : Misteri Fosil Dinosaurus Terkecil di Dunia Terungkap
Baca Juga : Wanita Bertangan 'Dinosaurus' Ikhlas dengan Kondisinya
Menurut para peneliti, hubungan erat antara petroglif dan jejak kaki dinosaurus bukanlah suatu kebetulan. Mereka berpendapat bahwa orang-orang prasejarah yang menciptakan petroglif dengan sengaja memilih lokasi-lokasi ini, sehingga memberikan makna budaya pada jejak kaki dinosaurus lebih dari sekedar jejak kaki biasa.
Sifat petroglif itu memberikan beberapa petunjuk menarik. Bentuk lingkaran yang berulang mungkin melambangkan benda langit, simbol kesuburan, atau bahkan jejak kaki dinosaurus itu sendiri. Para peneliti mengatakan kesamaan antara jejak kaki dinosaurus dan jejak burung rhea yang mirip dengan emu, burung terbesar yang masih hidup di Amerika Selatan, mungkin tidak membantu masyarakat zaman dahulu menafsirkan sisa-sisa fosil.
Baca Juga : Misteri Fosil Dinosaurus Terkecil di Dunia Terungkap
Lihat Juga :