Spesifikasi Rudal Jelajah Scalp Prancis, Bikin Rusia Ketar-ketir
Rabu, 13 Maret 2024 - 12:56 WIB
Dibangun oleh produsen Eropa MBDA, Scalp ini adalah senjata jarak jauh paling panjang yang dipasok ke Kyiv sejauh ini, tiga kali lipat dari kapasitas Ukraina sebelum pengiriman Storm Shadow Inggris pada Mei 2023. Rudal jelajah Scalp Prancis mampu menyerang target jauh ke timur Ukraina yang diduduki Rusia, jauh di belakang garis depan yang relatif tetap selama berbulan-bulan.
MBDA mengatakan di situs webnya bahwa Scalp dirancang untuk menhancurkan target bergerak bernilai tinggi atau yang diam seperti bunker dan infrastruktur kunci. Rudal ini telah terbukti efektif digunakan dalam sejumlah konflik, termasuk di perang di Irak, Libya, dan Suriah.
Rudal jelajah Scalp Prancis menggunakan navigasi inersial, GPS, dan referensi medan untuk memetakan ke targetnya guna menghindari deteksi musuh. Rudal ini juga menggunakan kamera inframerah untuk mencocokkan gambar target dengan gambar yang disimpan untuk memastikan serangan presisi dan kerusakan kolateral minimal.
MBDA menyebut hulu ledak dapat diprogram untuk meledak di atas target saat terjadi benturan atau setelah penetrasi. "Kemampuan seperti itu penting bagi pasukan Ukraina untuk mengganggu logistik dan komando dan kontrol Rusia," kata Ivan Klyszcz, peneliti di International Centre for Defence and Security yang berbasis di Estonia.
Serangan rudal jelajah Scalp Prancis bisa membantu pendekatan operasional militer Ukraina saat ini yaitu, maju perlahan-lahan agar melindungi pasukan dan mengurangi jumlah korban sendiri sebanyak mungkin.
Baca Juga: Mengenal Neptunus, Rudal Jelajah Ukraina Penghancur Kapal Perang Rusia
MBDA mengatakan di situs webnya bahwa Scalp dirancang untuk menhancurkan target bergerak bernilai tinggi atau yang diam seperti bunker dan infrastruktur kunci. Rudal ini telah terbukti efektif digunakan dalam sejumlah konflik, termasuk di perang di Irak, Libya, dan Suriah.
Bagaimana rudal jelajah Scalp Prancis beroperasi?
Rudal jelajah Scalp Prancis menggunakan navigasi inersial, GPS, dan referensi medan untuk memetakan ke targetnya guna menghindari deteksi musuh. Rudal ini juga menggunakan kamera inframerah untuk mencocokkan gambar target dengan gambar yang disimpan untuk memastikan serangan presisi dan kerusakan kolateral minimal.
MBDA menyebut hulu ledak dapat diprogram untuk meledak di atas target saat terjadi benturan atau setelah penetrasi. "Kemampuan seperti itu penting bagi pasukan Ukraina untuk mengganggu logistik dan komando dan kontrol Rusia," kata Ivan Klyszcz, peneliti di International Centre for Defence and Security yang berbasis di Estonia.
Serangan rudal jelajah Scalp Prancis bisa membantu pendekatan operasional militer Ukraina saat ini yaitu, maju perlahan-lahan agar melindungi pasukan dan mengurangi jumlah korban sendiri sebanyak mungkin.
Baca Juga: Mengenal Neptunus, Rudal Jelajah Ukraina Penghancur Kapal Perang Rusia
Lihat Juga :