Dipakai Ukraina dan Houthi, Senjata Kecil Ini Membuat Panik Rusia dan AS

Rabu, 06 Maret 2024 - 12:05 WIB
Juli lalu, Rusia mengatakan dua drone maritim Ukraina menghantam Jembatan Kerch, rute suplai utama yang menghubungkan Rusia ke Krimea, memaksa penutupan sementara. Laporan yang belum dikonfirmasi mengatakan drone Sea Baby digunakan dalam serangan itu. Bulan berikutnya, drone laut Ukraina menyerang pelabuhan Rusia dan merusak kapal perang, kata para pejabat.

Baca Juga: Kapal Perang AS Diserang 14 Drone Houthi Yaman di Laut Merah

Karena kalah senjata dan kalah jumlah dalam perang melawan tetangganya yang lebih besar, serangan drone laut Ukraina yang berani telah meningkatkan moral.

Pengetahuan dan kecerdikan Ukraina berada di balik pengembangan drone laut generasi baru.

Mereka dirancang dan diuji secara lokal, tetapi beberapa komponennya bersumber dari luar negeri. United24, organisasi penggalangan dana pemerintah yang meminta donasi dari perusahaan dan individu di seluruh dunia, mengumpulkan dana tersebut.

Meskipun drone laut tidak murah - Magura, misalnya, berharga sekitar USD384.000 dan model baru Sea Baby berharga sekitar USD340.000 - namun dapat merusak atau menenggelamkan kapal senilai ratusan juta dolar. United24 mengatakan sedang membangun armada drone pertama di dunia.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!