Cari Jodoh, Pria Rusia Gunakan ChatGPT
Kamis, 08 Februari 2024 - 09:00 WIB
Ia berpikir prosedur itu memboroskan waktunya. Zhadan pun bereksperimen dengan ChatGPT untuk membuat pengalaman kencan online-nya lebih efisien.
Zhadan mulai dengan ChatGPT melalui 5.239 profil kencan. Ia mulai menghapus profil yang menurutnya tidak akan cocok berdasarkan sejumlah filter, seperti memiliki kurang dari dua foto profil, referensi astrologi, referensi agama, pernyataan pro-perang, serta foto yang terlalu atraktif. Ia merasa bahwa langkahnya penting baik untuk dirinya maupun untuk para perempuan, karena mereka tidak membuang-buang waktu berinteraksi.
Ia mengaku hanya kesulitan dalam mengadaptasi kemampuan ChatGPT untuk berkomunikasi dengan calon pasangan. Butuh waktu sekitar 120 jam kerja untuk membuat alat kecerdasan buatan tersebut mencapai tingkat yang memuaskan. Untuk melakukannya, Zhadan membuat draf teks percakapan sebelumnya dengan gadis-gadis, menyiapkan validasi tanggapan, dan memantau hasilnya secara intens.
Suatu waktu, ChatGPT mengatur kencan dengan seorang perempuan tanpa memberitahukannya. Hal itu menyebabkan teman kencannya harus menunggu selama lebih dari 1,5 jam. Sementara, program AI tersebut menjadwalkan kencan di Taman Bitsa di Moskow, sebuah hutan di Moskow tempat seorang pembunuh berantai terkenal membuang mayat korban pada era 2000an.
Baca Juga: Main Game Bisa Sekaligus Cari Jodoh
Secara keseluruhan, ChatGPT membantu Zhadan pergi berkencan 12 kali, termasuk dengan Katerina, calon istrinya saat ini. Alat kecerdasan buatan tersebut sangat terlibat dalam proses kencan juga, memberi saran kepadanya untuk berbicara tentang masa kecilnya, orang tua, tujuan, dan nilai-nilai selama kencan serta menilai seberapa cocok setiap kandidat untuk hubungan jangka panjang.
Zhadan mulai dengan ChatGPT melalui 5.239 profil kencan. Ia mulai menghapus profil yang menurutnya tidak akan cocok berdasarkan sejumlah filter, seperti memiliki kurang dari dua foto profil, referensi astrologi, referensi agama, pernyataan pro-perang, serta foto yang terlalu atraktif. Ia merasa bahwa langkahnya penting baik untuk dirinya maupun untuk para perempuan, karena mereka tidak membuang-buang waktu berinteraksi.
Ia mengaku hanya kesulitan dalam mengadaptasi kemampuan ChatGPT untuk berkomunikasi dengan calon pasangan. Butuh waktu sekitar 120 jam kerja untuk membuat alat kecerdasan buatan tersebut mencapai tingkat yang memuaskan. Untuk melakukannya, Zhadan membuat draf teks percakapan sebelumnya dengan gadis-gadis, menyiapkan validasi tanggapan, dan memantau hasilnya secara intens.
Suatu waktu, ChatGPT mengatur kencan dengan seorang perempuan tanpa memberitahukannya. Hal itu menyebabkan teman kencannya harus menunggu selama lebih dari 1,5 jam. Sementara, program AI tersebut menjadwalkan kencan di Taman Bitsa di Moskow, sebuah hutan di Moskow tempat seorang pembunuh berantai terkenal membuang mayat korban pada era 2000an.
Baca Juga: Main Game Bisa Sekaligus Cari Jodoh
Secara keseluruhan, ChatGPT membantu Zhadan pergi berkencan 12 kali, termasuk dengan Katerina, calon istrinya saat ini. Alat kecerdasan buatan tersebut sangat terlibat dalam proses kencan juga, memberi saran kepadanya untuk berbicara tentang masa kecilnya, orang tua, tujuan, dan nilai-nilai selama kencan serta menilai seberapa cocok setiap kandidat untuk hubungan jangka panjang.
Lihat Juga :