Spesifikasi SPYDER, Pembasmi Drone Israel

Jum'at, 12 Januari 2024 - 17:05 WIB
"Sistem ini memberikan perlindungan efektif terhadap aset berharga dan pertahanan kelas satu untuk pasukan yang berada di daerah pertempuran. Arsitektur terbuka SPYDER memungkinkan komponen eksternal untuk dengan mudah diintegrasikan dan dikombinasikan dengan fleksibel, memberikan konfigurasi yang berbeda dengan berbagai jangkauan dan kemampuan berdasarkan kebutuhan dan prioritas pelanggan,” kata Yungman.

Kemampuan otonomnya dapat mendeteksi ancaman sambil bergerak dan memungkinkan peluncuran 360 derajat dalam hitungan detik setelah target dinyatakan sebagai musuh, dalam segala cuaca, kemampuan multi-peluncuran, dan jaringan. Semua sistem SPYDER memiliki kemampuan penargetan untuk mengatasi serangan saturasi.

Baca Juga: Mengenal Cara Kerja Penangkal Rudal Israel Iron Dome

Sistem Pertahanan Udara SPYDER (Surface-to-air PYthon and DERby) dikembangkan oleh Rafael dan Israel Aircraft Industries (IAI). Saat ini, sistem pertahanan udara ini beroperasi di Georgia, India (18), Peru (6), Singapura (12), dan Vietnam. Georgia menjadi negara pertama yang membeli sistem pertahanan udara ini.

SPYDER sudah teruji dalam pertempuran pada 2008 selama perang dengan Rusia. Sistem pertahanan udara ini berhasil menghancurkan pesawat pengintai Rusia Tu-22MR dan pesawat serangan darat Su-25. Angkatan Darat India memilih sistem pertahanan udara ini pada tahun 2006, dan kontrak pengadaan diberikan pada 2008. Sistem pertahanan udara pertama kali diserahkan kepada Angkatan Udara Singapura pada 2011 untuk menggantikan sistem RAPIER.

Sistem pertahanan udara SPYDER memiliki beberapa keunikan. SPYDER satu-satunya sistem yang meluncurkan dua jenis peluru dari peluncur yang sama. Ide dasar dalam menciptakan sistem ini praktis untuk dioperasikan, mengingat model tentara Israel yang didasarkan terutama pada cadangan, sehingga bahkan prajurit yang tidak berpengalaman dan terampil sekalipun dapat mengoperasikan sistem ini.

SPYDER menembakkan rudal Python 5 dan Derby. Keduanya menjadi peluru tipe udara-ke-udara yang dimodifikasi sebagai peluru permukaan-ke-udara. Peluru jarak pendek Python 5 memiliki jangkauan 15 kilometer dengan panduan inframerah dan arsip gambar. Peluru Derby memiliki jangkauan pendek hingga menengah dengan panduan homing aktif melalui frekuensi radio.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!