Spesifikasi Rudal Patriot yang Menembak Jatuh Roket Kinzhal Rusia, Seharga Rp16,4 Triliun

Senin, 01 Januari 2024 - 14:58 WIB
Dibutuhkan sekitar 90 tentara untuk mengoperasikan baterai sistem Patriot. Pelatihan tentang sistem membutuhkan waktu. Layanan Riset Kongres merinci waktu pelatihan tersebut, yakni operator sistem 13 minggu, operator pengendalian tembakan: 20 minggu, perbaikan sistem: 53 minggu. Sistem rudal ini berbasis darat, tetapi Lockheed Martin meluncurkan sistem serupa pada Januari yang dapat digunakan untuk kapal Angkatan Laut AS. Sistem ini telah dioperasikan oleh belasan negara, termasuk negara-negara NATO dan sekutu Amerika di Timur Tengah.

Meski efektif menaklukkan rudal-rudal Rusia, namun Ihnat mencatat, Ukraina masih memiliki sedikit sistem Patriot. "Beberapa baterai tidak cukup," ucapnya.

Di sisi lain, dia menyatakan bahwa Rusia telah mendeploy lebih dari 7.500 rudal dari semua jenis melawan Ukraina selama perang.

Sementara itu, beberapa waktu lalu pihak Rusia juga mengklaim telah menghancurkan satu bateri sistem rudal Patriot di Ukraina melalui serangan rudal hipersonik Kinzhal . Namun, hal itu dibantah Amerika dan Ukraina. Mereka menegaskan sistem Patriot tidak hancur tapi rusak. Tak lama kemudian, sistem itu sudah diperbaiki dan berfungsi lagi di Ukraina.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!