Lapisan Es Siberia Mencair, Mikroba Purba yang Membeku 50.000 Tahun Bangkit Kembali
Selasa, 17 Oktober 2023 - 21:45 WIB
Ancaman penyakit dari mikroba purba yang terkubur di dalam es memang nyata. Gelombang panas di Siberia pada tahun 2016 mengaktifkan spora antraks mematikan yang menewaskan seorang anak dan ribuan rusa kutub.
Tim Claverie sebelumnya telah menghidupkan kembali virus-virus raksasa yang berasal dari 48.000 tahun yang lalu. Dia memperingatkan bahwa mungkin ada lebih banyak lagi virus purba di dalam es, beberapa di antaranya berpotensi menginfeksi manusia.
Tim Claverie selama satu dekade fokus pada virus raksasa yang ditemukan membeku di es. Virus raksasa ini adalah sejenis pandoravirus yang dapat menginfeksi amuba.
Baca juga; Lapisan Permafrost Siberia Terus Mencair, Gerbang ke Dunia Bawah Makin Lebar
Suhu bumi sudah 1,2 derajat Celcius lebih hangat dibandingkan masa pra-industri, dan para ilmuwan telah memperingatkan bahwa Arktik akan mengalami musim panas tanpa es pada tahun 2030-an. Tim Clarverie pertama kali menghidupkan kembali virus pada tahun 2014, dengan fokus pada alasan keamanan pada virus yang hanya dapat menginfeksi amuba.
Claverie telah mengisolasi 13 virus baru sejak tahun 2019, dan dia memperingatkan bahwa patogen kuno yang tidak diketahui dapat memiliki efek bencana bagi umat manusia. “Jika Neanderthal mati karena penyakit virus yang tidak diketahui dan virus ini muncul kembali, maka ini bisa menjadi bahaya bagi kita,” kata Claverie.
Tim Claverie sebelumnya telah menghidupkan kembali virus-virus raksasa yang berasal dari 48.000 tahun yang lalu. Dia memperingatkan bahwa mungkin ada lebih banyak lagi virus purba di dalam es, beberapa di antaranya berpotensi menginfeksi manusia.
Tim Claverie selama satu dekade fokus pada virus raksasa yang ditemukan membeku di es. Virus raksasa ini adalah sejenis pandoravirus yang dapat menginfeksi amuba.
Baca juga; Lapisan Permafrost Siberia Terus Mencair, Gerbang ke Dunia Bawah Makin Lebar
Suhu bumi sudah 1,2 derajat Celcius lebih hangat dibandingkan masa pra-industri, dan para ilmuwan telah memperingatkan bahwa Arktik akan mengalami musim panas tanpa es pada tahun 2030-an. Tim Clarverie pertama kali menghidupkan kembali virus pada tahun 2014, dengan fokus pada alasan keamanan pada virus yang hanya dapat menginfeksi amuba.
Claverie telah mengisolasi 13 virus baru sejak tahun 2019, dan dia memperingatkan bahwa patogen kuno yang tidak diketahui dapat memiliki efek bencana bagi umat manusia. “Jika Neanderthal mati karena penyakit virus yang tidak diketahui dan virus ini muncul kembali, maka ini bisa menjadi bahaya bagi kita,” kata Claverie.
Lihat Juga :