Tayangkan Kekerasan Perang dan Misinformasi Konflik Israel-Hamas di X, Elon Musk Kena Semprit
Rabu, 11 Oktober 2023 - 20:01 WIB
Dikutip dari laman CNBC, Rabu (11/10/2023), Breton membagikan suratnya melalui postingan X, menandai nama Musk dan menyertakan tagar yang mengacu pada Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act/DSA).
Diketahui, DSA merupakan undang-undang yang baru disahkan oleh Komisi Eropa, mewajibkan platform dengan lebih dari 45 juta pengguna aktif setiap bulannya di UE untuk memantau dan menghapus konten ilegal serta merinci protokol pelaksanaan hal tersebut.
Breton mengingatkan Musk dalam suratnya bahwa DSA “menetapkan kewajiban yang sangat tepat mengenai moderasi konten.” Dia menambahkan, bahwa X harus “sangat transparan dan jelas tentang konten apa yang diizinkan berdasarkan persyaratan Anda serta secara konsisten dan rajin menegakkan kebijakan Anda sendiri.”
Komisaris tersebut mengatakan bahwa “perubahan kebijakan kepentingan publik” baru-baru ini menyebabkan kebingungan di “banyak pengguna di Eropa.” Breton tampaknya mengacu pada perubahan yang dilakukan X pada akhir pekan terhadap kebijakan kepentingan publiknya yang memengaruhi apakah perusahaan memutuskan untuk membiarkan postingan tertentu tersedia untuk dilihat semua orang meskipun pesannya melanggar aturan kebijakan.
Baca juga; Operasi Badai Al-Aqsa Meluas, Brigade Al-Quds Serang Tentara Israel di Perbatasan Lebanon
Diketahui, DSA merupakan undang-undang yang baru disahkan oleh Komisi Eropa, mewajibkan platform dengan lebih dari 45 juta pengguna aktif setiap bulannya di UE untuk memantau dan menghapus konten ilegal serta merinci protokol pelaksanaan hal tersebut.
Breton mengingatkan Musk dalam suratnya bahwa DSA “menetapkan kewajiban yang sangat tepat mengenai moderasi konten.” Dia menambahkan, bahwa X harus “sangat transparan dan jelas tentang konten apa yang diizinkan berdasarkan persyaratan Anda serta secara konsisten dan rajin menegakkan kebijakan Anda sendiri.”
Komisaris tersebut mengatakan bahwa “perubahan kebijakan kepentingan publik” baru-baru ini menyebabkan kebingungan di “banyak pengguna di Eropa.” Breton tampaknya mengacu pada perubahan yang dilakukan X pada akhir pekan terhadap kebijakan kepentingan publiknya yang memengaruhi apakah perusahaan memutuskan untuk membiarkan postingan tertentu tersedia untuk dilihat semua orang meskipun pesannya melanggar aturan kebijakan.
Baca juga; Operasi Badai Al-Aqsa Meluas, Brigade Al-Quds Serang Tentara Israel di Perbatasan Lebanon
Lihat Juga :