Mengenal Gunung Kazbek yang Diduga Tempat Persembunyian Yajuj Majuj
Selasa, 10 Oktober 2023 - 22:00 WIB
Baca Juga: Apakah Yajuj Majuj Bangsa China? Ini Penjelasannya
Para sejarawan Islam seperti Mas’iidi, Istakhri, Hamawi dan lain-lain, mengidentifikasi tembok yang terletak di Jalur Darial sebagai Tembok Raja Zulkarnain. Seorang sarjana Islam terkenal Yaqut al-Hamawi dalam buku Kamus Negara-Negara juga menyatakan bahwa tembok Darial Pass dibangun dengan tembaga cair.
Jalur Darial berlokasi di kaki timur Gunung Kazbek, di antara dinding batu vertikal setinggi 1800 m/5900 kaki. Jalur tersebut kini melintasi pegunungan Kazbek pada ketinggian hingga 3.000 meter.
Jalur Darial secara historis penting sebagai salah satu dari dua penyeberangan pegunungan Kaukasus, yang lainnya adalah Derbent Pass di dekat laut Kaspia, yang dibentengi sekitar tahun 150 SM. Kaspia dulunya lebih tinggi dan penurunan permukaan air membuka jalur invasi di sekitar gunung yang harus dibentengi.
Gunung Kazbek
Dikutip dari Atlasislamica, ada banyak versi tentang tembok yang dibangun oleh Raja Zulkarnain untuk menahan Yajuj Majuj. Di antaranya Tembok Besar China, Gerbang Besi di Uzbekistan, serta tembok yang dibuat oleh Alexander di Dagestan. Namun, tempat paling mirip berdasarkan penelitian atas petunjuk dalam Al Quran dan hadits adalah Jalur Darial di Gunung Kazbek.Para sejarawan Islam seperti Mas’iidi, Istakhri, Hamawi dan lain-lain, mengidentifikasi tembok yang terletak di Jalur Darial sebagai Tembok Raja Zulkarnain. Seorang sarjana Islam terkenal Yaqut al-Hamawi dalam buku Kamus Negara-Negara juga menyatakan bahwa tembok Darial Pass dibangun dengan tembaga cair.
Jalur Darial berlokasi di kaki timur Gunung Kazbek, di antara dinding batu vertikal setinggi 1800 m/5900 kaki. Jalur tersebut kini melintasi pegunungan Kazbek pada ketinggian hingga 3.000 meter.
Jalur Darial secara historis penting sebagai salah satu dari dua penyeberangan pegunungan Kaukasus, yang lainnya adalah Derbent Pass di dekat laut Kaspia, yang dibentengi sekitar tahun 150 SM. Kaspia dulunya lebih tinggi dan penurunan permukaan air membuka jalur invasi di sekitar gunung yang harus dibentengi.
Lihat Juga :