Lubang Ozon di Atas Antartika Terbuka 16 Juta Km Persegi, Dampaknya Bikin Khawatir
Selasa, 05 September 2023 - 21:55 WIB
“Lubang tersebut akan tertutup setidaknya hingga akhir November, namun kemungkinan akan bertahan lebih lama,” laporan Copernicus dalam sebuah pernyataan dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Selasa (5/9/2023).
Para ilmuwan berpendapat kondisi ini terjadi akibat letusan gunung berapi Hunga Tonga yang dahsyat dan menimbulkan gelombang kejutan di seluruh dunia pada Januari 2022. Letusan gunung berapi Hunga Tonga menyuntikan air dalam jumlah besar ke stratosfer sehingga merusak lapisan ozon.
Para ahli ozon memperkirakan awal tahun ini letusan tersebut, menyuntikkan 50 juta ton atau 45 juta metrik ton uap air ke atmosfer bumi. Dampaknya konsentrasi uap air di stratosfer, lapisan atmosfer bumi terendah kedua tempat lapisan ozon berada, meningkat sebesar 10%.
“Pendinginan signifikan di stratosfer, merupakan berita buruk bagi tingkat ozon,” kata Paul Newman, kepala ilmu atmosfer di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA kepada live Science.
Para ilmuwan berpendapat kondisi ini terjadi akibat letusan gunung berapi Hunga Tonga yang dahsyat dan menimbulkan gelombang kejutan di seluruh dunia pada Januari 2022. Letusan gunung berapi Hunga Tonga menyuntikan air dalam jumlah besar ke stratosfer sehingga merusak lapisan ozon.
Para ahli ozon memperkirakan awal tahun ini letusan tersebut, menyuntikkan 50 juta ton atau 45 juta metrik ton uap air ke atmosfer bumi. Dampaknya konsentrasi uap air di stratosfer, lapisan atmosfer bumi terendah kedua tempat lapisan ozon berada, meningkat sebesar 10%.
“Pendinginan signifikan di stratosfer, merupakan berita buruk bagi tingkat ozon,” kata Paul Newman, kepala ilmu atmosfer di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA kepada live Science.
Lihat Juga :