5 Pengobatan Medis Terkejam Sepanjang Masa, Nomor 4 Melubangi Kepala untuk Keluarkan Roh Jahat
Sabtu, 05 Agustus 2023 - 17:56 WIB
Berita penemuan ini menyebar, dan kokain segera digunakan dalam operasi mata dan sinus. Dipasarkan sebagai pengobatan untuk sakit gigi, depresi, sinusitis, lesu, alkoholisme, dan impotensi, kokain segera dijual sebagai tonik, permen, bubuk dan bahkan digunakan dalam rokok.
Hal ini membuat banyak orang tidak perlu datang ke dokter untuk membelinya. Bahkan saking terkenalnya bahan ini sempat menjadi bahan utama pembuatan minuman terkenal, Coca-Cola. Hal tersebut lantas menimbulkan lebih dari 200 ribu pecandu di AS pada 1902. Bahan ini akhirnya distop peredarannya pada 1914 oleh Harrison Narcotic Act.
2. Pengobatan dengan Minyak Ular
Dilansir dari History, pengobatan medis terkejam selanjutnya ini sempat hadir di AS pada tahun 1800-an. Obat yang disebut dengan minyak ular ini disebut-sebut kaya akan omega 3 dan kerap digunakan untuk mengurangi peradangan seperti mengobati radang sendi dan radang kandung lendir.
Cara menggunakannya adalah dengan mengoleskannya pada sendi yang nyeri. Namun FDA akhirnya bergerak dan mengkonfirmasi bahwa minyak ular itu tidaklah mengandung bisa ular. Sehingga para penjual minyak ular dianggap sebagai penipu tak bermoral.
Obat batuk aspirin ini mereka sasarkan untuk anak-anak yang menderita batuk atau sakit tenggorokan. Berkat itu, mulai muncul cerita negatif tentang efek samping heroin. Namun Bayer tetap memproduksi obat batuk ini sampai 1913. Sebelas tahun kemudian, FDA akhirnya melarang penggunaan heroin untuk obat-obatan.
Hal ini membuat banyak orang tidak perlu datang ke dokter untuk membelinya. Bahkan saking terkenalnya bahan ini sempat menjadi bahan utama pembuatan minuman terkenal, Coca-Cola. Hal tersebut lantas menimbulkan lebih dari 200 ribu pecandu di AS pada 1902. Bahan ini akhirnya distop peredarannya pada 1914 oleh Harrison Narcotic Act.
2. Pengobatan dengan Minyak Ular
Dilansir dari History, pengobatan medis terkejam selanjutnya ini sempat hadir di AS pada tahun 1800-an. Obat yang disebut dengan minyak ular ini disebut-sebut kaya akan omega 3 dan kerap digunakan untuk mengurangi peradangan seperti mengobati radang sendi dan radang kandung lendir.Cara menggunakannya adalah dengan mengoleskannya pada sendi yang nyeri. Namun FDA akhirnya bergerak dan mengkonfirmasi bahwa minyak ular itu tidaklah mengandung bisa ular. Sehingga para penjual minyak ular dianggap sebagai penipu tak bermoral.
3. Heroin untuk Menyembuhkan Batuk
Ketika Heroin diperkenalkan sebagai pengganti morfin pada akhir 1880-an, banyak peneliti yang menganggap bahwa bahan ini tidak membuat penggunanya ketagihan. Hingga akhirnya pada tahun 1898, Bayer yang merupakan perusahaan farmasi besar mulai memproduksi aspirin yang mengandung heroin.Obat batuk aspirin ini mereka sasarkan untuk anak-anak yang menderita batuk atau sakit tenggorokan. Berkat itu, mulai muncul cerita negatif tentang efek samping heroin. Namun Bayer tetap memproduksi obat batuk ini sampai 1913. Sebelas tahun kemudian, FDA akhirnya melarang penggunaan heroin untuk obat-obatan.
4. Lobotomia Prefrontal
Lihat Juga :