Satelit Pengukur Angin Milik Eropa Sekarat, ESA Siapkan Prosedur Aman saat Jatuh ke Bumi

Selasa, 25 Juli 2023 - 18:07 WIB
Mulai 24 Juli 2023, pesawat ruang angkasa telah jatuh ke Bumi dengan kecepatan yang semakin tinggi. Saat itu satelit Aeolus sudah mencapai ketinggian 280 kilometer di atas Bumi, kemudian para ilmuwan ESA untuk memulai misi perintis untuk membawa Aeolus kembali dengan aman menggunakan sedikit bahan bakar yang tersisa.

Manajer Operasi Pesawat Luar Angkasa ESA Isabel Rojo Escude-Cofiner menjelaskan secara detail bagaimana operasi untuk membawa Aeolus turun ke Bumi. Manuver awal dimulai dengan menurunkan ketinggian dari 280 km menjadi 250 km dan menempatkannya di orbit elips.

“Jika semuanya berjalan sesuai rencana, ini akan diikuti tiga hari kemudian dengan serangkaian manuver lain. Tujuannya untuk menurunkannya lebih jauh dari ketinggian 250 km menjadi 150 km,” kata Escude-Cofiner.

Baca juga; Pesawat X-37B Sanggup Mengorbit 700 Hari, Dicurigai Mampu Menembak Jatuh Satelit

Satelit Aeolus kemudian akan melakukan manuver untuk menurunkan ketinggiannya menjadi sekitar 100 km di atas Bumi. Lima jam kemudian, pesawat itu akan memasuki kembali atmosfer bumi, terbang di atas Samudra Atlantik dan jatuh di laut dengan pantauan radar ESA.

Para ilmuwan ESA menjelaskan diperkirakan sekitar 80% bagian satelit Aeolus akan hancur saat satelit jatuh ke atmosfer. 20% sisanya akan tercebur di Atlantik dan tenggelam dengan cepat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!