Heboh Temuan Ular Berkepala Dua di Madura, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Kamis, 08 Juni 2023 - 16:45 WIB
Tempat yang disukainya yaitu yang mempunyai tanah gembur atau berlumpur, di mana ular ini bisa menyusup masuk (fossorial) untuk mencari mangsanya.
Karena itu, ular kepala-dua sering pula ditemukan di sekitar kawasan berawa-rawa dan persawahan, di bawah kayu-kayu lapuk di hutan, di balik tumpukan serasah yang membusuk, atau di tepi sungai.
Ular ini tak jarang dijumpai di jalan tanah, di pagi hari sesudah hujan lebat turun pada malamnya.
Giat di malam hari (nokturnal), ular kepala-dua dikenal memangsa ular-ular lain yang semakin kecil, kadal, bayi-bayi mamalia, dan cacing tanah. Juga pernah dilaporkan memangsa sejenis sidat dan larva serangga.
Ular yang berwarna indah ini sama sekali tak berbahaya, bahkan tak mau menggigit orang. Bila merasa terusik, alih-alih berlari ular kepala-dua kebanyakan segera menggulung tubuhnya dan menyembunyikan kepalanya, serta menegakkan ekornya tinggi-tinggi.
Ular kepala-dua bersifat ovovivipar, telurnya menetas selagi dalam kandungan, dan melahirkan sampai 13 ekor anak di satu kala.
.
Karena itu, ular kepala-dua sering pula ditemukan di sekitar kawasan berawa-rawa dan persawahan, di bawah kayu-kayu lapuk di hutan, di balik tumpukan serasah yang membusuk, atau di tepi sungai.
Ular ini tak jarang dijumpai di jalan tanah, di pagi hari sesudah hujan lebat turun pada malamnya.
Giat di malam hari (nokturnal), ular kepala-dua dikenal memangsa ular-ular lain yang semakin kecil, kadal, bayi-bayi mamalia, dan cacing tanah. Juga pernah dilaporkan memangsa sejenis sidat dan larva serangga.
Ular yang berwarna indah ini sama sekali tak berbahaya, bahkan tak mau menggigit orang. Bila merasa terusik, alih-alih berlari ular kepala-dua kebanyakan segera menggulung tubuhnya dan menyembunyikan kepalanya, serta menegakkan ekornya tinggi-tinggi.
Ular kepala-dua bersifat ovovivipar, telurnya menetas selagi dalam kandungan, dan melahirkan sampai 13 ekor anak di satu kala.
.
(wbs)
Lihat Juga :