Sejajar Rusia dan AS, China Mampu Luncurkan Satelit Navigasi Independen
Kamis, 18 Mei 2023 - 21:11 WIB
Menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua, pesawat ruang angkasa ini akan berfungsi sebagai cadangan pertama untuk Sistem Satelit Navigasi BeiDou-3 (BDS-3). “Satelit itu akan memperluas kapasitas komunikasi dari fungsi pengiriman pesan singkat regional sistem,” tulis Xinhua dikutip SINDOnews dari laman Space.
BDS-3 online pada Juli 2020, menjadikan China negara ketiga, setelah Amerika Serikat dan Rusia, yang memiliki sistem navigasi satelit independennya sendiri. China mulai meluncurkan satelit BeiDou pada tahun 2000, tetapi konstelasi tidak mencapai kemampuan operasional penuh.
“Satelit ini meningkatkan akurasi penentuan posisi dan meningkatkan ketersediaan dan stabilitas jaringan,” tambah Xinhua. Peluncuran ini adalah bagian dari tahun yang sibuk bagi China, yang telah meningkatkan aktivitas dan kemampuan penerbangan luar angkasanya selama sekitar satu dekade terakhir.
Baca juga; China Luncurkan Satelit Komunikasi Militer Taktis
China berencana untuk meluncurkan lebih dari 200 pesawat ruang angkasa pada setidaknya 60 peluncuran selama tahun 2023. Termasuk perusahaan swasta yang berbasis di negara tersebut dapat menambahkan lebih dari 20 misi ke luar angkasa.
BDS-3 online pada Juli 2020, menjadikan China negara ketiga, setelah Amerika Serikat dan Rusia, yang memiliki sistem navigasi satelit independennya sendiri. China mulai meluncurkan satelit BeiDou pada tahun 2000, tetapi konstelasi tidak mencapai kemampuan operasional penuh.
“Satelit ini meningkatkan akurasi penentuan posisi dan meningkatkan ketersediaan dan stabilitas jaringan,” tambah Xinhua. Peluncuran ini adalah bagian dari tahun yang sibuk bagi China, yang telah meningkatkan aktivitas dan kemampuan penerbangan luar angkasanya selama sekitar satu dekade terakhir.
Baca juga; China Luncurkan Satelit Komunikasi Militer Taktis
China berencana untuk meluncurkan lebih dari 200 pesawat ruang angkasa pada setidaknya 60 peluncuran selama tahun 2023. Termasuk perusahaan swasta yang berbasis di negara tersebut dapat menambahkan lebih dari 20 misi ke luar angkasa.
(wib)
Lihat Juga :