Pentagon Batal Gunakan Rudal Hipersonik ARRW, Beralih ke Senjata Baru
Sabtu, 01 April 2023 - 21:46 WIB
Program rudal hipersonik ARRW yang dibatalkan bukan satu-satunya program hipersonik yang dikembangkan Amerika Serikat. Badan Proyek Riset Lanjut Pertahanan AS atau Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memiliki Hypersonic Air-breathing Weapon Concept (HAWC) yang juga menguji prototipe, termasuk satu dari Lockheed.
Rudal hipersonik HACM yang dikembangkan Raytheon. Foto/Raytheon
Selain itu, masih ada Hypersonic Attack Cruise Missile (HACM) yang dikembangkan Raytheon dan sama-sama diluncurkan dari udara. Keduanya (ARRW dan HACM) adalah senjata hipersonik, yang didefinisikan mampu terbang dengan kecepatan Mach 5 atau lebih.
Perbedaannya pada sistem pengoperasian, rudal hipersonik ARRW menggunakan muatan kendaraan boost-glide. Sedangkan rudal hipersonik HACM adalah senjata bernapas udara dengan mesin mandiri.
Baca juga; Rudal Hipersonik AS Sukses Tembus Kecepatan Mach 5 di Ketinggian 18 Km
Rudal hipersonik HACM yang dikembangkan Raytheon. Foto/Raytheon
Selain itu, masih ada Hypersonic Attack Cruise Missile (HACM) yang dikembangkan Raytheon dan sama-sama diluncurkan dari udara. Keduanya (ARRW dan HACM) adalah senjata hipersonik, yang didefinisikan mampu terbang dengan kecepatan Mach 5 atau lebih.
Perbedaannya pada sistem pengoperasian, rudal hipersonik ARRW menggunakan muatan kendaraan boost-glide. Sedangkan rudal hipersonik HACM adalah senjata bernapas udara dengan mesin mandiri.
Baca juga; Rudal Hipersonik AS Sukses Tembus Kecepatan Mach 5 di Ketinggian 18 Km
Lihat Juga :