Dicurigai Jadi Antek China, TikTok Siap Berpisah dari ByteDance
Kamis, 16 Maret 2023 - 06:16 WIB
Aplikasi video bentuk pendek TikTok saat ini sedang menjalani tinjauan keamanan nasional oleh Komite Penanaman Modal Asing di Amerika Serikat (CFIUS) dan tahun lalu setuju untuk menerapkan sejumlah langkah di bawah rencana tersebut, yang dijuluki “Project Texas”.
“CFIUS terhenti dalam prosesnya, membuat TikTok tidak yakin apakah rencananya akan cukup untuk terus beroperasi di negara tersebut,” lanjut laporan tersebut.
“Anggota CFIUS dari Departemen Kehakiman tidak mau menerima proposal TikTok.”
TikTok, yang digunakan oleh lebih dari 100 juta orang Amerika, mendapat kecaman yang meningkat karena kekhawatiran bahwa data pengguna dapat berakhir di tangan pemerintah China dan merusak kepentingan keamanan Barat.
Sementara itu, Gedung Putih telah mendukung undang-undang yang memberikan kekuatan baru kepada administrasi untuk melarang aplikasi video milik China Tiktok dan teknologi berbasis asing lainnya jika mereka menimbulkan ancaman keamanan nasional.
Sebagai bagian dari langkah ini, perusahaan mengkonfirmasi akan segera membuka pusat data kedua di Irlandia, dan satu lagi di wilayah Hamar di Norwegia. Pusat data ini akan dioperasikan oleh pihak ketiga yang dirahasiakan.
“CFIUS terhenti dalam prosesnya, membuat TikTok tidak yakin apakah rencananya akan cukup untuk terus beroperasi di negara tersebut,” lanjut laporan tersebut.
“Anggota CFIUS dari Departemen Kehakiman tidak mau menerima proposal TikTok.”
TikTok, yang digunakan oleh lebih dari 100 juta orang Amerika, mendapat kecaman yang meningkat karena kekhawatiran bahwa data pengguna dapat berakhir di tangan pemerintah China dan merusak kepentingan keamanan Barat.
Sementara itu, Gedung Putih telah mendukung undang-undang yang memberikan kekuatan baru kepada administrasi untuk melarang aplikasi video milik China Tiktok dan teknologi berbasis asing lainnya jika mereka menimbulkan ancaman keamanan nasional.
Sebagai bagian dari langkah ini, perusahaan mengkonfirmasi akan segera membuka pusat data kedua di Irlandia, dan satu lagi di wilayah Hamar di Norwegia. Pusat data ini akan dioperasikan oleh pihak ketiga yang dirahasiakan.
Lihat Juga :