4 Ilmuwan dan Intelektual Muslim Rusia, Nomor 3 Astrofisikawan Berpengaruh
Rabu, 08 Maret 2023 - 20:05 WIB
Pada tahun 2002 dia menerima gelar Ph.D dari Institut Antropologi dan Etnografi dengan tema: "Sejarah komunitas Muslim pada periode abad ke-14 hingga abad ke-20". Pengawasnya adalah Alexeï Malachenko, anggota Dewan Ilmiah Pusat Carnegie Moskow.
Marat Gatin lahir adalah Menteri Interaksi dengan Organisasi Keagamaan, sebuah departemen Kepresidenan di Tatarstan. Pria kelahiran Arsk, Tatarstan adalah lulusan Universitas Al Azhar dengan spesialisasi bahasa Arab dan Islam dan kuliah di Universitas Kairo dengan spesialisasi ilmu politik.
Baca juga; Temuan Ilmuwan Rusia, Air Mendidih Bisa Bunuh Virus Corona Baru
Marat Gatin juga lulus Kazan State Pedagogical University dengan spesialisasi filologi. Dia pernah menjabat Direktur Pusat Kebudayaan Rusia di Mesir, yang bertugas menjembatani komunikasi antara dua bangsa.
Rashid Alievich Sunyaev adalah astrofisikawan Jerman, Soviet, dan Rusia keturunan Tatar. Dia mendapatkan gelar MS dari Institut Fisika dan Teknologi Moskow (MIPT) pada tahun 1966. Sunyaev dan Yakov B. Zeldovich mengembangkan teori evolusi fluktuasi densitas di awal alam semesta.
2. Marat Gatin
Marat Gatin lahir adalah Menteri Interaksi dengan Organisasi Keagamaan, sebuah departemen Kepresidenan di Tatarstan. Pria kelahiran Arsk, Tatarstan adalah lulusan Universitas Al Azhar dengan spesialisasi bahasa Arab dan Islam dan kuliah di Universitas Kairo dengan spesialisasi ilmu politik.
Baca juga; Temuan Ilmuwan Rusia, Air Mendidih Bisa Bunuh Virus Corona Baru
Marat Gatin juga lulus Kazan State Pedagogical University dengan spesialisasi filologi. Dia pernah menjabat Direktur Pusat Kebudayaan Rusia di Mesir, yang bertugas menjembatani komunikasi antara dua bangsa.
3. Rashid Sunyaev
Rashid Alievich Sunyaev adalah astrofisikawan Jerman, Soviet, dan Rusia keturunan Tatar. Dia mendapatkan gelar MS dari Institut Fisika dan Teknologi Moskow (MIPT) pada tahun 1966. Sunyaev dan Yakov B. Zeldovich mengembangkan teori evolusi fluktuasi densitas di awal alam semesta.
Lihat Juga :