Senasib dengan Uni Soviet , Lockheed U-2 AS Kembali Bikin Mata-mata China Tak Berkutik

Selasa, 14 Februari 2023 - 11:14 WIB
Di era otomatisasi dan algoritma, mudah membayangkan bahwa pesawat mata-mata ini, dengan pilot dan "kemampuan khusus" mereka adalah sisa-sisa peninggalan dari Perang Dingin. Salah.

Selama 31 tahun setelah Tembok Berlin runtuh, U-2 telah berhasil mencuri dengar percakapan atau tulisan, mendapatkan sinyal-sinyal elektronik, mengambil foto-foto, dan menggunakan radar khusus untuk menangkap citra digital.

U-2 bahkan memiliki sejumlah peran baru, seperti menyiarkan data. Kemampuannya untuk terbang tinggi di angkasa berarti ia memiliki posisi sempurna untuk menyiarkan informasi dari medan perang ke markas.

Dalam perjalanannya, U-2 terbukti bertahan lebih lama ketimbang pesawat-pesawat pengintai yang lebih baru dan mengambil alih fungsi satelit yang sebenarnya dibuat untuk menggantikannya.

Meski bukan barang peninggalan, pesawat U-2 identik dengan Perang Dingin. Pada 1950-an, pemerintahan Presiden Dwight D Eisenhower menerima beberapa kejutan tentang kemampuan nuklir Soviet.

Amerika tak tahu-menahu karena ada kegagalan intelijen. Uni Soviet adalah negara tertutup yang sulit ditembus oleh Badan Intelijen Pusat (CIA).

Kurangnya mata-mata di tempat yang tepat berarti presiden membutuhkan pesawat mata-mata yang bisa terbang di ketinggian dan memberi tahu apa yang sedang direncanakan Uni Soviet. Dan ia membutuhkannya dengan cepat.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!