BRTI: Ujicoba 4G LTE Bukan Hal yang Baru

Selasa, 28 Oktober 2014 - 17:53 WIB
BRTI: Ujicoba 4G LTE...
BRTI: Ujicoba 4G LTE Bukan Hal yang Baru
A A A
JAKARTA - Promosi implementasi teknologi 4G Long Term Evolution (LTE) gencar dilakukan oleh operator padahal pemerintah sendiri tengah menggodok regulasi terkait teknologi 4G tahun ini supaya bisa mulai diimplementasikan sesegera mungkin.

"Trial tekhnologi 4G LTE semacam ini memang sudah sering dilakukan operator dan bukan hal yang istimewa. Ini termasuk yang dilakukan XL-Axiata,” ujar Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono saat dihubungi wartawan pada Selasa (28/10/2014).

Penerapan teknologi 4G LTE yang memberikan pengalaman akses internet berkecepatan hingga 100 Mbps ini juga merupakan agenda yang harus diselesaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, selain peningkatan infrastruktur dan tata kelola spektrum frekuensi.

Operator boleh melakukan uji-coba teknologi ini untuk memastikan bahwa teknologi memang siap untuk melayani masyarakat. Bahkan di Jepang, uji coba teknologi 4G LTE ini dilakukan selama dua tahun untuk memperoleh hasil yang memuaskan sehingga tidak merugikan masyarakat.

Sejatinya, kata Nonot, untuk mengimplementasikan teknologi 4G LTE ini dibutuhkan pita yang lebih besar minimal 20 Mhz untuk benar-benar bisa merasakan keunggulan teknologi tersebut. Idealnya, 30 Mhz, akan jauh lebih bagus lagi.

Tentu saja, lanjutnya, semua tergantung demand-supply. “Jika demand tinggi, mau tidak mau operator harus menyiapkan supply-nya salah satunya dengan memperbaiki dan membenahi jaringan,” ujarnya.

Namun, faktanya, di Indonesia, masyarakat yang masih menggunakan teknologi 2G masih mencapai 70%, sedangkan teknologi 3G belum terpenuhi semuanya.

"Jadi, terserah para operator, apakah 3G-nya mau diterusin atau dimatikan langsung lompat ke 4G, itu urusan masing-masing,” ujarnya.

Yang penting, kata Nonot, harus dikonsultasikan karena pita yang ada itu merupakan pita yang bukan kosong tapi sudah existing, ada yang memakai. Setelah dikonsultasikan, barulah dilakukan penjadwalan dari pemerintah agar tidak mengganggu kiri-kanan pengguna pita lainnya.

“Alasan inilah kenapa mesti ada regulasi terkait penerapan teknologi 4G LTE ini,” ujarnya. Meski demikian, Nonot menampik jika pemerintah lambat menyelesaikan regulasi teknologi 4G ini.

Pemerintah memang menjanjikan untuk menyelesaikan regulasi terkait teknologi 4G tahun ini supaya bisa mulai diimplementasikan tahun depan, meskipun itu molor setahun dari janji awal implementasi tahun ini.

Laporan Akamai terbaru tentang kondisi Internet global menyebutkan bahwa Indonesia saat ini memiliki pertumbuhan kecepatan Internet yang pesat dan saat ini mencatat angka 2,4 Mbps.

Meskipun demikian, di level Asia sendiri angka tersebut belum signifikan untuk membawa Indonesia sejajar dengan negara-negara maju Asia yang lain.

Khusus untuk konektivitas seluler, operator seluler Indonesia yang terpaksa menahan lompatan teknologi dengan optimasi layanan DC-HSPA+ mencatat angka kecepatan rata-rata 2 Mbps yang tak jauh terpaut dengan negara-negara tetangga.

Teknologi LTE bisa membantu pencapaian kecepatan Internet teoritis hingga 70-100 Mbps, dengan kecepatan aktualnya rata-rata mencapai kisaran 20 Mbps. Di kawasan Asia Tenggara sendiri, operator-operator seluler di Singapura, Malaysia, dan Thailand telah mulai mengimplementasikan LTE sejak 1-2 tahun yang lalu.

“Masyarakat memang sangat berharap pemerintahan baru bisa mempercepat adopsi teknologi LTE/4G untuk pemanfaatan Internet yang lebih baik. Kesungguhan para operator menerapkan teknologi juga kita tunggu,” tegasnya.
(gpr)
Berita Terkait
Jangkau Semua Wilayah...
Jangkau Semua Wilayah di Indonesia, SPL dan Protelindo Siapkan Teknologi HAPS
Edgepoint Bangun 15.000...
Edgepoint Bangun 15.000 Menara Telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Filipina
Hampir 100% Operasional...
Hampir 100% Operasional Telkomsel Dikendalikan dari Rumah
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel...
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel Melayani Masyarakat untuk Kemajuan Indonesia
Kualitas Infrastruktur...
Kualitas Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi selama Mudik 2023 Terjaga
Tawarkan Layanan Data...
Tawarkan Layanan Data 'Bebas Khawatir', Benarkah akan Ada Operator Baru?
Berita Terkini
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
1 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
8 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
9 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
13 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
14 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
15 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved