FBI: Serangan Cyber China Rugikan Miliaran USD

Senin, 06 Oktober 2014 - 14:22 WIB
FBI: Serangan Cyber...
FBI: Serangan Cyber China Rugikan Miliaran USD
A A A
NEW YORK - China secara agresif melancarkan cyber crime melawan Amerika Serikat (AS), menimbulkan kerugian hingga miliaran dollar AS (USD) setiap tahun.

Dikutip dari Phys, Senin (6/10/2014), hal ini disampaikan Kepala Federal Bureau of Investigation (FBI), James Comey. Dalam acara "60 Minutes" ditayangkan stasiun televisi CBS, Kepala FBI itu menyatakan bahwa China masuki posisi puncak dalam daftar negara-negara yang mencuri rahasia dari berbagai perusahaan di AS.

Bahkan Comey juga mengungkapkan hampir semua perusahaan besar di AS menjadi target dari negara asal Panda tersebut.

Kerugian tahunan dari serangan cyber diluncurkan dari China, "Mustahil untuk menghitung," kata Comey, tetapi diukur dalam "miliaran".

Terkait daftar negara-negara yang menjadikan AS sebagai target untuk di-hack, Comey tidak banyak berkomentar. "Saya tidak ingin memberikan daftar lengkap. Tapi ... Aku bisa memberitahu daftar teratas adalah China," katanya.

Comey mencontohkan, lima anggota Tentara Pembebasan Rakyat China didakwa karena telah meng-hacking rahasia dagang perusahaan AS. Hal ini kemudian membuat pihak China marah. Kasus ini adalah yang pertama kalinya Federal penuntutan pelaku negara atas cyber spionase.

"China sedang berusaha untuk mendapatkan informasi yang berguna untuk mereka, sehingga mereka tidak perlu menciptakan. Mereka dapat menyalin atau mencuri untuk belajar tentang bagaimana sebuah perusahaan bisa mendekati negosiasi dengan sebuah perusahaan China segala macam hal," jelas Comey. Namun menurut Comey, upaya hacking China mudah untuk mendeteksi.

Agustus lalu, FBI mengakui bahwa bersama Agen Rahasia AS sedang menyelidiki lingkup serangan cyber terhadap beberapa lembaga keuangan AS, baru-baru ini.
(dyt)
Berita Terkait
Tangkal Hackers, DANA...
Tangkal Hackers, DANA Perbarui Sertifikasi PCI-DSS
Jelang Pilpres, Hackers...
Jelang Pilpres, Hackers Serang Amerika Serikat Habis-habisan
Amerika Peringatkan...
Amerika Peringatkan agar Tidak Pekerjakan Hackers Korea Utara
Nah Loh, Hackers Mulai...
Nah Loh, Hackers Mulai Cari Cuan dengan Retas SPKLU Mobil Listrik
Bahaya, Hackers Mulai...
Bahaya, Hackers Mulai Coba Bobol Dompet Virtual Pemilik Crypto
Kelompok Hacker Dukungan...
Kelompok Hacker Dukungan Iran Dituduh Targetkan Sektor-sektor Penting di AS
Berita Terkini
Ternyata Ini Cara AI...
Ternyata Ini Cara AI Bantu Konsultan SAP Kerja Lebih Rapi
1 jam yang lalu
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
14 jam yang lalu
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
18 jam yang lalu
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
19 jam yang lalu
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
20 jam yang lalu
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
21 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved