Pandemi Virus Corona Bawa Berkah Bagi Pengembang Game Online

Sabtu, 14 Maret 2020 - 13:00 WIB
Pandemi Virus Corona Bawa Berkah Bagi Pengembang Game Online
Pandemi Virus Corona Bawa Berkah Bagi Pengembang Game Online
A A A
MILAN - Salah satu langkah yang diambil Pemerintah Italia untuk meredam penyebaran pandemi virus Corona adalah menutup seluruh wilayahnya. Regulasi tersebut membuat banyak warga hanya tinggal berdiam diri di rumah.

Ketika Italia memberlakukan karantina massal, menutup toko, restoran, dan sekolah dalam upaya memperlambat pandemi virus Corona, perusahaan telekomunikasi memerhatikan peningkatan lalu lintas pengguna di sana.

Keuntungan terbesar dari karantina massal ini datang dari Fortnite dan Call of Duty (CoD). Perusahaan telekomunikasi setempat memerhatikan adanya lonjakan lalu lintas dari dua game tersebut.

"Kami melaporkan ada kenaikan lebih dari 70% dari lalu lintas internet melalui jaringan darat kami. Dengan kontribusi terbesar dari game online seperti Fortnite," kata Chief Executive Officer Telecom Italia, Luigi Gubitosi, dikutip dari laman CNET, Sabtu (14/3/2020).

Epic, sebagai kreator Fortnite belum menanggapi komentar soal lonjakan traffic ini. Pengakuan lain dibuat penerbit video game Call of Duty yang merilis seri terbarunya pekan ini. Pihaknya telah menarik 6 juta orang untuk bermain dalam 24 jam pertama.

Sementara itu, perusahaan telekomunikasi Vodafone di Inggris dan Telia di Swedia sedang bersiap untuk permintaan bandwidth yang tinggi. Persiapan yang sama juga dilakukan operator dan layanan lokal Amerika Serikat menyusul penutupan sekolah di seluruh negeri.

Verizon di Amerika Serikat mengaku belum ada peningkatan penggunaan data internet sejauh ini. Namun perusahaan telekomunikasi itu mengatakan memiliki rencana merogoh kocek USD18,5 miliar tahun ini untuk peningkatan jaringan yang mendukung 5G wireless dan keandalan yang lebih besar.

Jaringan tersebut akan diprioritasnya untuk permintaan di tempat penting seperti rumah sakit dan lembaga pemerintah ketika jaringannya di bawah tekanan.
(mim)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1412 seconds (10.101#12.26)