AS Desak Inggris Pertimbangkan Lagi Izin Penggunaan Teknologi 5G Huawei

Minggu, 02 Februari 2020 - 14:34 WIB
AS Desak Inggris Pertimbangkan...
AS Desak Inggris Pertimbangkan Lagi Izin Penggunaan Teknologi 5G Huawei
A A A
LONDON - Inggris secara mengejut mengizinkan teknologi jaringan 5G Huawei beroperasi di wilayah hukumnya. Hal itu langsung direspons keras oleh Administratif Donald Trump.

Menurut The Guardian, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mendesak Inggris untuk mempertimbangkan kembali keputusannya untuk mengizinkan penggunaan peralatan Huawei di jaringan 5G negara tersebut.

Pompeo mengatakan, Amerika Serikat belum sepenuhnya mengevaluasi langkah Inggris. Dia juga menambahkan, upaya otoritas AS untuk menemukan pemasok alternatif akan memberikan Inggris kesempatan mengubah arah di masa depan.

Amerika Serikat sebelumnya mengancam akan memutuskan hubungan berbagi intelijen dengan sekutu, terutama dengan Inggris dan Jerman. Ini dilakukan jika mereka tidak setuju untuk melarang Huawei berada di wilayahnya. Pemerintah Kerajaan Inggris, Kanada, Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru semuanya tercatat sebagai anggota aliansi intelijen Lima Mata.

Meskipun dia tidak secara eksplisit mengatakan apakah ulasan terbatas Huawei di Inggris akan memengaruhi aliansi atau berbagi intelijen lainnya, Reuters melaporkan, Pompeo menegaskan Amerika Serikat akan memastikan bahwa jaringan yang digunakan untuk mengirimkan "informasi AS" adalah "terpercaya."

Menurut Bloomberg, Menteri Keamanan Publik Kanada, Bill Blair, mengatakan, Kanada akan dengan cermat mempelajari kebijakan Inggris dan mempertimbangkan "langkah-langkah yang mereka ambil untuk melindungi lingkungan digital" sebagai bagian dari tinjauan keamanan peralatan jaringan yang sedang berlangsung.

Pemerintah Inggris awal pekan ini menyetujui operator domestik untuk menggunakan peralatan Huawei di jaringan 5G. Tetapi mereka menetapkan batasan hanya 35% dari total perangkat yang dibutuhkan dan ini memicu protes operator.

Kepala Eksekutif British Telecom (BT), Philip Jansen, memperingatkan bahwa keputusan untuk membatasi Huawei akan membebani operator sekitar 500 juta pound selama lima tahun ke depan. Sebagian besar biaya datang dari penghentian peralatan 4G.

Dia mengatakan, selama konferensi tentang kuartal ketiga tahun 2019 laporan pendapatan, bahwa sebagian besar biaya mungkin menyebar selama tiga tahun ke depan. Dia juga menambahkan, Huawei "sangat membantu" dan terlepas dari beberapa masalah luar biasa dalam keputusan pemerintah, keputusan tersebut memungkinkan BT untuk memperluas jaringan 5E EE secepat mungkin.
(mim)
Berita Terkait
Diminta Copot 5G Huawei,...
Diminta Copot 5G Huawei, Operator Brasil Abaikan Undangan Wamenlu AS
China Punya Jaringan...
China Punya Jaringan 5G Terbaik di Dunia, Setujukah Anda?
Korea Selatan Melawan...
Korea Selatan Melawan Tekanan AS untuk Haramkan Teknologi 5G Huawei
Huawei: Larangan Inggris...
Huawei: Larangan Inggris adalah Langkah Mundur Pelaksanaan 5G
Mengagetkan, Mantan...
Mengagetkan, Mantan CEO Google Ungkap Alasan Sebenarnya AS Menyerang Huawei
China Marah Administrasi...
China Marah Administrasi Biden Memperkuat Larangan Dagang Huawei
Berita Terkini
Untuk pertama Kalinya...
Untuk pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
1 jam yang lalu
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
8 jam yang lalu
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
9 jam yang lalu
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
13 jam yang lalu
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
1 hari yang lalu
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
1 hari yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved