Diminta Copot 5G Huawei, Operator Brasil Abaikan Undangan Wamenlu AS

Senin, 09 November 2020 - 01:30 WIB
loading...
Diminta Copot 5G Huawei,...
Empat perusahaan telekomunikasi teratas Brasil telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan pejabat senior AS yang berkunjung ke Negara Samba tersebut. Foto/Ist
A A A
SAO PAULO - Administrasi Trump terus menggelar kampanye bahwa jaringan 5G Huawei tak aman lantaran punya "pintu belakang" yang terhubung dengan Pemerintah Komunis China . Sudah ada 30 negara yang bergabung dengan AS, tapi ada juga yang menolak. Contohnya Brasil .

Empat perusahaan telekomunikasi teratas Brasil telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan pejabat senior AS yang berkunjung ke Negara Samba tersebut. Kedatangan mereka untuk merekomendasikan agar teknologi Huawei menghilang dari pasar peralatan 5G Brasil. Reuters menyebutkan, hal ini diungkap oleh sebuah sumber industri pada akhir pekan kemarin. (Baca juga: Mirip iPhone 12, Huawei nova 8 SE Dibekali Kamera Quad 64 MP dan Jaringan 5G )

Operator tersebut menolak undangan Kedutaan AS untuk bertemu pada hari Senin di Sao Paulo. Tidak main-main, undangan dilayangkan oleh Keith Krach, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AS untuk pertumbuhan ekonomi, energi dan lingkungan.

“Undangan ini tidak sesuai dengan pilihan pasar bebas yang biasa kami lakukan. Kami harus dapat dengan bebas membuat keputusan keuangan terbaik kami,” kata sumber tersebut yang meminta agar namanya tidak disebutkan.

Undangan dari Duta Besar AS untuk Brasil, Todd Chapman, yang ditolak pemain telekomunikasi setempat, pertama kali dilaporkan oleh surat kabar Folha de S Paulo. Disebutkan perusahaan lebih memilih untuk tidak hadir.

Telefonica Brasil SA, Grupo Oi SA, TIM Participações SA, dikendalikan oleh Telecom Italia SpA dan Claro, yang dimiliki oleh America Movil Meksiko. Masing-masing mengendalikan antara 19% dan 29% pasar nirkabel Brasil.

Mereka sudah menggunakan peralatan Huawei untuk persiapan pelelangan konsesi spektrum tahun depan di Brasil. Karena itu tidak mendukung larangan Huawei yang diminta oleh Pemerintah AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
Dibobol 1.000 Kasus...
Dibobol 1.000 Kasus Sehari: Mengapa Penipuan Digital di Indonesia 4 Kali Lipat Lebih Ganas?
Keamanan Siber: Saat...
Keamanan Siber: Saat Ancaman AI Global Ditangkis Inovasi Lokal Indonesia
Rekor 100%! Seluruh...
Rekor 100%! Seluruh Perusahaan Indonesia Kompak Pakai AI demi Keamanan Siber
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Rekomendasi
KPK Sebut OTT Bupati...
KPK Sebut OTT Bupati Lombok Barat Naik ke Tahap Penyidikan
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Spanyol, Negara yang Meraih Juara Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
Bukan Cuma Otomatisasi,...
Bukan Cuma Otomatisasi, Fitur AI Mekari Talenta Dorong HR Jadi Mitra Strategis Bisnis
Lewat Forum CorpU Association...
Lewat Forum CorpU Association Insight, Telkom Percepat Transformasi Talenta
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved