Ren Zhengfei: Kami Akan Hilangkan Efek Sanksi AS dalam 3 Tahun

Minggu, 13 Oktober 2019 - 19:00 WIB
Ren Zhengfei: Kami Akan...
Ren Zhengfei: Kami Akan Hilangkan Efek Sanksi AS dalam 3 Tahun
A A A
SHENZHEN - Bulan lalu, seri Huawei Mate 30 tiba di daratan Eropa. Namun, kekhawatiran terbesar bagi pengguna akan kurangnya Layanan Google akhirnya terbukti.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah Fortune, pendiri Huawei, Ren Zhengfei menerima dengan lapang dada mereka tidak mungkin menggunakan Layanan Google pada seri Mate 30. Dikatakannya, larangan oleh AS itu akan mengurangi pendapatan terminal penjualan Huawei sebesar USD10 miliar di Eropa.Tetapi dia menggambarkan efek ini sebagai "tidak banyak dampak". "Bagi kami, itu tidak memiliki banyak dampak... AS (malah) memiliki lebih banyak untuk dikhawatirkan. Jaringan inti 5G kami kuat dan kami tidak membutuhkan pasokan suku cadang AS. Meskipun ekosistem produk akhir akan merasakan dampak larangan tersebut, kami percaya bahwa efek ini akan sepenuhnya dihilangkan dalam dua atau tiga tahun," ungkap Ren Zhengfei seperti dilansir dari Majalah Fortune.
Huawei sudah memiliki Harmony OS (atau HongMeng OS) sendiri. Untuk saat ini, sistem ini pada dasarnya untuk perangkat IoT. Menurut Ren Zhengfei, Harmony OS akan setara dengan iOS Apple dalam 2-3 tahun ke depan.

Dibutuhkan banyak pekerjaan untuk membangun sistem. Sistem iOS saat ini memiliki lebih dari 2 juta aplikasi dan memiliki jutaan pengembang terdaftar.

Jadi tidak diketahui persis bagaimana Huawei berharap dapat menarik jumlah sebanyak itu masuk ke dalam sistemnya. Namun, perusahaan mengatakan mereka baru akan mengembangkan OS Harmony jika larangan atau sanksi AS berlanjut.
(mim)
Berita Terkait
AS Akhirnya Bersikap...
AS Akhirnya Bersikap Melunak Terhadap Huawei, Kok Bisa?
FCC Resmi Sebut Huawei...
FCC Resmi Sebut Huawei dan ZTE Ancaman Bagi Keamanan AS, tapi...
Huawei: Larangan Inggris...
Huawei: Larangan Inggris adalah Langkah Mundur Pelaksanaan 5G
Mengagetkan, Mantan...
Mengagetkan, Mantan CEO Google Ungkap Alasan Sebenarnya AS Menyerang Huawei
China Marah Administrasi...
China Marah Administrasi Biden Memperkuat Larangan Dagang Huawei
Teknologi 5G-nya Dijegal...
Teknologi 5G-nya Dijegal di Swedia, di Luar Dugaan Ericsson Bela Huawei
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
5 jam yang lalu
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
6 jam yang lalu
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
9 jam yang lalu
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
20 jam yang lalu
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
1 hari yang lalu
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
1 hari yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved