Pemerintah Dituntut Serius Membangun SDM yang Tanggap Industri 4.0

Minggu, 04 Agustus 2019 - 22:00 WIB
Pemerintah Dituntut...
Pemerintah Dituntut Serius Membangun SDM yang Tanggap Industri 4.0
A A A
Pemerintah sudah menggaungkan Revolusi Industri 4.0. Hal itu harus dibarengi dengan menciptakan sumber daya yang bisa menghadapai era serbadigital tersebut.

Salah satunya dengan mendorong kolaborasi antargenerasi muda potensial di dalam dan luar negeri. Salah satu caranya dengan mendorong kolaborasi antargenerasi muda potensial di dalam dan luar negeri. Hal itu dikatakan Ketua Umum Inovator 4.0, Budiman Sudjatmiko dalam diskusi "Kemandirian Teknologi Revolusi Industri 4.0 Indonesia" di Gedung Cyber, Jakarta, Sabtu (3/8/2019).
Bangsa ini pun harus didorong untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas menuju revolusi industri tersebut. “Indonesia punya 80 juta lebih warganya yang disebut bonus demografi, yakni anak-anak muda di usia produktif. Nah jumlah 80 juta itu ada yang berada di luar negeri dan ada juga di dalam negeri,” kata Budiman.
Dikatakannya, sekarang tugas pemerintahan dan seluruh elemen bangsa berkolaborasi dengan memanfaatkan SDM berkualitas. “Indonesia yang punya kemampuan baik di luar negeri maupun di dalam negeri yang jumlahnya 12% (jumlah sarjana di Indonesia) itu dituntut bekerja sama dengan SDM yang ada, khususnya di komunitas tamatan SMK atau SMP,” katanya. Aktivitis 98 itu juga mendorong anak bangsa berprestasi yang ada di luar negeri untuk "pulang kampung".

Dalam diskusi tersebut, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza mengatakan, pemerintah perlu serius mempersiapkan SDM berkualitas dengan meningkatkan pelatihan-pelatihan di bidang teknologi. "Perlu adanya pelatihan peningkatan SDM. Karena bicara Industri 4.0 cukup banyak dan luas. Jadi pemerintah harus mempersiapkan pelatihan industri," saran Izza.

Lebih lanjut dikatakan, anggota APJII telah menyiapkan platform untuk mendukung anak bangsa berinovasi di industri digital. "Kami sudah menyiapkan jalannya, tinggal mobilnya siapa yang mau melintas. Sudah ada jaringan internetnya, sekarang siapa yang mau isi kontennya? Jangan asing terus," pungkasnya.
(mim)
Berita Terkait
Lewat HAI Fest 2020,...
Lewat HAI Fest 2020, TelkomGroup Tegaskan Pentingnya Transformasi Digital
Pentingnya Kawasan Industri...
Pentingnya Kawasan Industri Mengadopsi Industri 4.0
Cerdas Menyikapi Kemajuan...
Cerdas Menyikapi Kemajuan Teknologi
Akselerasi Transformasi...
Akselerasi Transformasi Industri 4.0, Widya Matador Hadirkan Perangkat Berbasis IoT
Lintasarta Bangun Power...
Lintasarta Bangun Power House HUB VSAT dan Perluas Network Operation Control
Terapkan IoT, Industri...
Terapkan IoT, Industri Perhotelan Bisa Tekan Biaya Hingga 40%
Berita Terkini
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
2 jam yang lalu
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
11 jam yang lalu
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
13 jam yang lalu
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
18 jam yang lalu
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
19 jam yang lalu
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
20 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved