Melebihi Dokter, Iran dan Rusia Bikin Robot Bedah Manusia

Selasa, 16 Juli 2019 - 00:01 WIB
Melebihi Dokter, Iran...
Melebihi Dokter, Iran dan Rusia Bikin Robot Bedah Manusia
A A A
JAKARTA - Iran dan Rusia sepakat membangun robot yang menggantikan dokter bedah manusia. Dalam rencananya robot tersebut akan melakukan operasi sementara ahli bedah yang mengendalikannya mungkin berada di negara lain.

Ahli bedah manusia dilaporkan akan memiliki robot kembar yang dia kontrol, dengan robot melakukan operasi pada pasien menyalin gerakannya.

Keuntungan besar menggunakan robot sebagai ahli bedah adalah mereka tidak memiliki getaran seperti manusia.

Ini berarti mereka bisa menjadi jauh lebih akurat, mengurangi risiko arteri atau jaringan sehat yang tergores oleh pisau bedah.

Dalam kolaborasi antara kedua negara, kesepakatan untuk membuat robot - dijuluki "Cenna" - ditandatangani di Moskow kemarin.

Sorena Sattari, wakil presiden Iran untuk Sains dan Teknologi, berada di Rusia untuk membahas teknologi.

Dia dilaporkan telah didampingi oleh lebih dari 70 perusahaan Iran. Tahun lalu, seorang pria Inggris meninggal dalam operasi jantung yang terkenal menggunakan robot "Da Vinci".

tudi terbaru dari German Carmaker Porche’s konsultasi mengatakan bahwa konsumen lebih senang melakukan tindak operasi dengan mesin ketimbang dilakukan secara manual oleh manusia. Faktanya 23% responden di Jerman menolak ide tentang robot yang menangani prosedur tindak operasi tersebut.

Sebanyak 77% dari mereka juga telah menyiapkan diri jika suatu hari operasi tersebut lebih terlihat seperti fasilitas produksi mobil. Hanya 41% yang memberikan peringatan, jika nantinya mereka harus menjalani prosedur dengan menggunakan robot, namun dengan risiko rendah.

“Perkembangan lanjutan di teknologi kesehatan sediri telah membantu untuk melakukan perawatan dan tindakan bagi pasien dengan waktu yang lama,” ungkap Dr Roma Hipp dari Porsche Consulting, demikian seperti dinukil dari laman Gadgets Now.

Peneliti di Jerman sendiri mengungkapkan bahwa setidaknya para pasien di sana telah melihat hasil yang menguntungkan. Teknologi tersebut telah memberikan kualitas dalam kehidupan mereka.(
(wbs)
Berita Terkait
KSTI 2025 Resmi Ditutup,...
KSTI 2025 Resmi Ditutup, 48 Peta Jalan Prioritas Riset Nasional Siap Digarap
Cetak Ahli Farmasi Baru,...
Cetak Ahli Farmasi Baru, Berbagi Inovasi Sains Diperkuat
Peneliti Virginia Temukan...
Peneliti Virginia Temukan Sumber Energi Terbarukan
Konsep Student Mobility...
Konsep Student Mobility Langkah Ilmiah Gabungkan Sains dan Budaya
Sajikan Sains dari Sudut...
Sajikan Sains dari Sudut Berbeda, SINDO Media Kunjungi Menristek
Ilmuwan Temukan Cara...
Ilmuwan Temukan Cara Uji Sampel Covid-19 Secara Massal
Berita Terkini
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
3 jam yang lalu
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
6 jam yang lalu
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
15 jam yang lalu
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
17 jam yang lalu
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
22 jam yang lalu
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
23 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved