Kurangi Risiko Kecelakaan Kerja, Schmalz Perkenalkan Teknologi Vacuum Lifters
Jum'at, 31 Januari 2025 - 17:50 WIB
loading...
Schmalz memperkenalkan teknologi vacuum lifter teknologi vacuum dan handling system untuk metode pengangkutan material. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Schmalz memperkenalkan teknologi vacuum lifter teknologi vacuum dan handling system untuk metode pengangkutan material. Tujuannya untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja , khususnya di industri manufaktur.
Diketahui, angka kecelakaan kerja masih menjadi momok dalam dunia industri Tanah Air. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ), periode Januari-November 2024, jumlah kecelakaan kerja di Indonesia mencapai 399.871 kasus. Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Kelola Dana Rp1.000 Triliun di 2026
Angka ini perlu menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri terutama di sektor manufaktur , konstruksi, pertambangan, dan migas yang memang memiliki risiko tinggi. Menurut data dari BPJS Ketenagakerjaan, pada 2020 sektor manufaktur dan konstruksi menyumbang 63,6% dari keseluruhan angka kecelakaan kerja di Indonesia.
Perlu upaya maksimal untuk menekan tingginya angka dan risiko kecelakaan kerja di sektor industri manufaktur. Salah satunya penerapan teknologi vacuum dan handling system untuk metode pengangkutan material. Seperti produk unggulan dari Schmalz yang dihadirkan PT Dimensi Quantum Wahyudi (DQW).
PT DQW merupakan distributor resmi Schmalz yang merupakan pemimpin global dalam teknologi vacuum dan handling system. “Untuk menjawab tantangan dalam industri yang memproduksi massal, Schmalz menciptakan teknologi vacuum yang bisa membantu proses pengangkutan material,” kata Technical Product Engineer PT DQW, Diva Syahreal dalam keterangan tertulis, Jumat (31/1/2025).
Vacuum Lifter dari Schmalz memungkinkan proses pengangkutan dan pengangkatan material berat dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi berbasis vakum. Dengan alat ini, perusahaan dapat mengeliminasi risiko cedera akibat pengangkutan manual, seperti cedera punggung, kelelahan otot, atau kecelakaan akibat material yang terjatuh.
“Schmalz memiliki produk unggulan yakni Vacuum Tube Lifter Jumbo yang mampu memudahkan produksi untuk berbagai jenis industri. Mulai dari kaca, logam, kayu, packaging, plastik, hingga otomotif,” jelasnya.
Diketahui, angka kecelakaan kerja masih menjadi momok dalam dunia industri Tanah Air. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ), periode Januari-November 2024, jumlah kecelakaan kerja di Indonesia mencapai 399.871 kasus. Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Kelola Dana Rp1.000 Triliun di 2026
Angka ini perlu menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri terutama di sektor manufaktur , konstruksi, pertambangan, dan migas yang memang memiliki risiko tinggi. Menurut data dari BPJS Ketenagakerjaan, pada 2020 sektor manufaktur dan konstruksi menyumbang 63,6% dari keseluruhan angka kecelakaan kerja di Indonesia.
Perlu upaya maksimal untuk menekan tingginya angka dan risiko kecelakaan kerja di sektor industri manufaktur. Salah satunya penerapan teknologi vacuum dan handling system untuk metode pengangkutan material. Seperti produk unggulan dari Schmalz yang dihadirkan PT Dimensi Quantum Wahyudi (DQW).
PT DQW merupakan distributor resmi Schmalz yang merupakan pemimpin global dalam teknologi vacuum dan handling system. “Untuk menjawab tantangan dalam industri yang memproduksi massal, Schmalz menciptakan teknologi vacuum yang bisa membantu proses pengangkutan material,” kata Technical Product Engineer PT DQW, Diva Syahreal dalam keterangan tertulis, Jumat (31/1/2025).
Vacuum Lifter dari Schmalz memungkinkan proses pengangkutan dan pengangkatan material berat dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi berbasis vakum. Dengan alat ini, perusahaan dapat mengeliminasi risiko cedera akibat pengangkutan manual, seperti cedera punggung, kelelahan otot, atau kecelakaan akibat material yang terjatuh.
“Schmalz memiliki produk unggulan yakni Vacuum Tube Lifter Jumbo yang mampu memudahkan produksi untuk berbagai jenis industri. Mulai dari kaca, logam, kayu, packaging, plastik, hingga otomotif,” jelasnya.
Lihat Juga :