Karyawan di China Ketahuan Pakai Produk AS Langsung Dipecat

Selasa, 28 Mei 2019 - 20:01 WIB
Karyawan di China Ketahuan...
Karyawan di China Ketahuan Pakai Produk AS Langsung Dipecat
A A A
BEIJING - Efek perang dagang antara Amerika Serikat dan Perusahaan China Huawei semakin panas. Sebuah perusahaan Tiongkok baru-baru ini memberitahu semua karyawannya untuk memboikot produk AS dan dipecat.

Media pemerintah Tiongkok telah mulai meningkatkan propaganda anti-Amerika, karena sengketa dagang Amerika Serikat-China baru-baru ini meningkat akibat kenaikan tarif yang ketat.

Memo perusahaan tersebut terungkap tak lama setelah surat kabar pemerintah Tiongkok Times Global dalam editorial tanggal 13 Mei meminta masyarakat China untuk “perang rakyat” dengan Amerika Serikat.

Akibatnya, Amerika Serikat memulai perang dagang dengan China. “Untuk membantu negara kita memenangkan perang ini, otoritas perusahaan telah memutuskan bahwa semua karyawan harus segera berhenti membeli dan menggunakan produk-produk Amerika,” demikian bunyi pemberitahuan tersebut. Pernyataan bahwa Amerika Serikat menghambat kenaikan Tiongkok di panggung global telah diulangi di banyak media pemerintah Tiongkok belakangan ini.

“Karyawan dilarang membeli atau menggunakan iPhone; sebagai gantinya, karyawan disarankan untuk menggunakan telepon seluler buatan Tiongkok, seperti Huawei.”

“Karyawan tidak diperbolehkan membeli kendaraan buatan produsen mobil patungan Tiongkok-Amerika Serikat. Karyawan dianjurkan untuk membeli kendaraan 100 persen buatan Tiongkok.”

Pendiri sekaligus CEO Huawei Technologies Ren Zhengfei menyatakan bahwa kabar soal rencana balas dendam China terhadap perusahaan teknologi Amerika Serikat seperti Apple tidak mungkin terjadi.

Ia bahkan menentang langkah tersebut jika memang benar China akan melakukannya terhadap produsen iPhone itu, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Dalam sebuah wawancara, ketika ia ditanya tentang panggilan dari beberapa petinggi China untuk membalas serangan terhadap Apple, Ren mengatakan ia akan menolak langkah apa pun jika itu akan diambil oleh negara tempat perusahannya berasal.

"Bahwa (pembalasan China terhadap Apple) tidak akan terjadi sekali atau duakali, jika itu terjadi, saya akan menjadi yang pertama untuk memprotes," kata Ren dalam wawancara dengan Bloomberg TV.

Miliarder berusia 74 tahun itu mengakui bahwa pembatasan ekspor dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump akan dipotong menjadi kepemimpinan dua tahun yang dibangun oleh Huawei atas para pesaingnya.
(wbs)
Berita Terkait
Begini Cara Huawei Menjamin...
Begini Cara Huawei Menjamin Keamanan Jaringan dan Capai SDGs PBB
Baru Sepekan, Huawei...
Baru Sepekan, Huawei HarmonyOS 20 Sudah Sambangi 10 Juta Perangkat
Korea Utara Akhirnya...
Korea Utara Akhirnya Masuk Internet Era 4G
The NextDev Bareng Huawei...
The NextDev Bareng Huawei Gelar Webinar Ekosistem Digital, Catat Waktunya
China Punya Jaringan...
China Punya Jaringan 5G Terbaik di Dunia, Setujukah Anda?
Huawei Hadirkan Teknologi...
Huawei Hadirkan Teknologi 5G di Puncak Tertinggi Dunia
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
11 jam yang lalu
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
20 jam yang lalu
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
1 hari yang lalu
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
1 hari yang lalu
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
1 hari yang lalu
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
1 hari yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved