Regulator India Selidiki Google Karena Salah-Gunakan Dominasi Android

Sabtu, 11 Mei 2019 - 13:50 WIB
Regulator India Selidiki...
Regulator India Selidiki Google Karena Salah-Gunakan Dominasi Android
A A A
NEW DELHI - India adalah pasar ponsel cerdas terbesar kedua di dunia, posisinya sebagai negara berkembang membatasi penjualan ponsel unggulan kelas atas.

Itulah sebabnya perusahaan berbasis nilai seperti Xiaomi telah melakukannya dengan sangat baik di negara ini. Sementara Apple yang memperluas produksi iPhone di India ke model saat ini masih memiliki perbedaan harga mencolok dengan perangkat Android. Akibatnya smartphone Android telah menguasai sekitar 99% (Counterpoint Research) penjualan ponsel cerdas di India.

Sehubungan dominasi tersebut, merujuk laporan Reuters, Komisi Persaingan India (CCI) tengah menyelidiki klaim bahwa Google menyalahgunakan posisi ini dengan memaksa produsen untuk melakukan pra-instal aplikasi tertentu pada ponsel Android-nya.

Regulator antimonopoli India tidak mengumumkan secara terbuka tuduhan terhadap Google, tapi sumber-sumber Reuters mengatakan tuduhan itu mirip dengan kasus yang diajukan Komisi Eropa (EC) terhadap Google. EC mengklaim Google memaksa produsen ponsel untuk melakukan pra-instal Google Search, browser Google Chrome, dan Google Play Store pada perangkat Android.

Hal ini memberi Google keunggulan dibandingkan pengembang lain. Akibatnya, musim panas lalu EC mendenda Google lebih dari USD5 miliar. Meskipun Google mengajukan banding atas denda tersebut, bulan lalu Google meluncurkan dua layar baru untuk pengguna Android di Eropa yang menyarankan browser pihak ketiga dan mesin pencari yang dapat dipasang oleh pengguna di perangkat Android mereka.

Jika CCI menemukan Google melanggar UU Anti-Monopoli di negara tersebut, CCI dapat mengenakan denda tidak lebih dari 10% dari pendapatan perusahaan selama tiga tahun terakhir yang berasal dari Google Search dan browser Chrome di India.

Untuk diketahui, tahun lalu Google didenda 1,36 miliar rupee oleh CCI (setara USD19,46 juta) untuk apa yang disebut "bias pencarian" dan penyalahgunaan posisi dominannya. Perusahaan menempatkan fitur pencarian penerbangan komersialnya sendiri pada hasil Pencarian Google. Mereka juga mengajukan banding atas denda ini.

"Mereka dapat mengubah perilaku mereka di India secara sukarela atau membiarkan CCI menyelidikinya. Perubahan perilaku secara sukarela dapat berdampak pada jumlah hukuman, jika itu diberlakukan," kata Gautam Shahi, Pengacara Anti-Monopoli India.Penyelidikannya sendiri bisa memakan waktu selama satu tahun untuk menyelesaikannya. Google sendiri telah menanggapi berita investigasi CCI dengan mencatat bagaimana Android telah memungkinkan akses berbiaya rendah ke internet bagi jutaan orang India.

Mereka juga ingin bertemu dengan badan pengawas untuk menunjukkan bagaimana Android telah menyebabkan lebih banyak kompetisi dan inovasi.

CCI mulai menyelidiki masalah ini tahun lalu setelah menerima banyak pengaduan dan memulai penyelidikannya pada pertengahan April. Menurut mereka yang mengetahui kasus tersebut. Satu sumber mengatakan, Ini adalah kasus kuat bagi CCI, mengingat preseden UE (Uni Eropa). CCI (sebelumnya) mendapati Google menyalahgunakan posisi dominannya.

Sementara Android adalah sistem operasi open source gratis, produsen harus membayar lisensi ke Google untuk penggunaan Google Play Store, Google Search, dan browser Chrome. Ada produsen yang menawarkan ponsel Android tanpa mendapatkan lisensi dari Google, tapi sebagian besar perangkat tersebut ditemukan di pasar mancanegara.
Namun, Amazon, yang menggunakan versi Android pada tablet Fire-nya, mencoba hal yang sama dengan Fire Phone-nya pada 2014. Seperti halnya dengan tablet-nya, Google Play Store diganti dengan Amazon Appstore. Handphone itu gagal di pasaran, beberapa bulan setelah dirilis, AT&T menjualnya hanya dengan harga 99 sen.
(mim)
Berita Terkait
Smartphone Pertama di...
Smartphone Pertama di Dunia yang Akan Mendapatkan Android 16
Urutan Versi Android...
Urutan Versi Android dari Awal hingga Sekarang, Terinspirasi Nama Makanan
Android 14 Resmi Dirilis,...
Android 14 Resmi Dirilis, Eksklusif untuk Smartphone Pixel
Cara Tingkatkan Aksesibilitas...
Cara Tingkatkan Aksesibilitas Smartphone saat Update untuk Android
Saat Rilis Beta 2, Google...
Saat Rilis Beta 2, Google Tak Sengaja Sebut Peluncuran Android 11
Google Temukan Celah...
Google Temukan Celah Keamanan, Dapat Dipakai Meretas Smartphone Android dari Jarak Jauh
Berita Terkini
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
1 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
1 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
1 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
2 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
3 jam yang lalu
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
4 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved