Kapan Indonesia Gunakan 5G? Ini Jawaban Direktur Utama Telkomsel

Rabu, 01 Mei 2019 - 05:00 WIB
Kapan Indonesia Gunakan...
Kapan Indonesia Gunakan 5G? Ini Jawaban Direktur Utama Telkomsel
A A A
SEMINYAK - Dunia tengah siap menyambut dimulainya era jaringan telekomunikasi generasi kelima atau 5G. Lalu bagaimana dengan kesiapan Indonesia?

Menjawab pertanyaan tersebut, Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, mengatakan, untuk saat ini teknologi internet supercepat 5G belum benar-benar dibutuhkan konsumen di Tanah Air. “Teknologi 5G memang secara teori sangat enak diterapkan, tapi faktanya tidak semudah itu. Untuk di Indonesia, teknologi ini belum dibutuhkan,” kata Ririek saat menghadiri Telkomsel Media Gathering 2019 di Kerobokan, Seminyak, Bali, Selasa malam (30/4/2019).

Ririek mencontohkan, mobil otonom yang banyak sejak tahun lalu banyak digaungkan para produsen teknologi. Di Indonesia, mobil itu akan sangat sulit melayani penggunanya.

“Semua telah ditunjang sensor agar mobil otonom bisa menghindari kecelakaan dan bisa diarahkan ke tujuan. Hanya dengan keberadaan pengemudi lain yang tingkat kesadaran berlalu lintas kurang, maka sangat sulit bagi mobil otonom itu menghindari kecelakaan,” katanya lagi.

Ririek mengutarakan, di negara luar teknologi ini bisa digunakan di kompleks perumahan untuk menggantikan jaringan kabel optik. Karena 5G lebih murah ketimbang generasi telekomunikasi sebelumnya.

“Di Indonesia untuk penggunaan komersial secara umum sangat sulit diterapkan. Tapi kami yakin masih bisa dilakukan untuk area tertentu (bisnis),” ujarnya.

Disebutkannya, Telkomsel sudah mengenal teknologi 5G sejak tahun 2017. Saat itu, lanjut dia, uji coba tes kecepatan dilakukan di internal perusahaan. Pada 2018, teknologi 5G mulai diujicoba langsung di Senayan saat berlangsung gelaran pesta olahraga negara-negara Asia atau ASIAN Games 2018.

“Saat itu kami menjalankan mobil otonom dan beberapa perangkat berbasis 5G. Tapi apa yang bisa dilakukan oleh oleh 5G, untuk beberapa perangkat dan keperluan masih bisa dioperasikan melalui teknologi 4G. Jadi tidak harus 5G, apalagi kami punya teknologi 4.9G," klaim Ririek.
(mim)
Berita Terkait
Usung Connected Car,...
Usung Connected Car, Wuling Gandeng Telkomsel Hadirkan IoT dalam Berkendara
Aset Perusahaan Sering...
Aset Perusahaan Sering Hilang? Telkomsel Punya Solusi Canggihnya
Terapkan Teknologi AI...
Terapkan Teknologi AI dan IoT Ubah Proses HCM
Peran Showcase Teknologi...
Peran Showcase Teknologi dalam Perkembangan AI dan IoT
Dua Solusi Ini Kunci...
Dua Solusi Ini Kunci Perusahaan Berhasil Jalankan Transformasi Digital
Red Hat Bareng Ribuan...
Red Hat Bareng Ribuan Mitra Cari Peluang Pulihkan Pasar di Era COVID-19
Berita Terkini
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
1 jam yang lalu
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
5 jam yang lalu
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
11 jam yang lalu
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
15 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
2 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
2 hari yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved