Buntut Serangan Jamaah Masjid, Facebook Bereaksi Keras

Jum'at, 29 Maret 2019 - 06:01 WIB
Buntut Serangan Jamaah...
Buntut Serangan Jamaah Masjid, Facebook Bereaksi Keras
A A A
CHRISTCHURCH - Facebook akan memblokir status apa pun yang diunggah terkait nasionalisme kulit putih dan pemahaman separatis di Instagram minggu depan.

Seperti dilaporkan BBC bahwa perusahaan yang mendominasi media sosial juga berjanji untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi dan memblokir materi dari kelompok teroris,

Keputusan itu dibuat setelah jaringan media sosial Facebook berada di bawah tekanan setelah seorang teroris kulit putih membuat siaran langsung ketika menyerang dua masjid di Selandia Baru.

Setelah kejadian itu, beberapa pemimpin dunia mendesak perusahaan operator media sosial untuk lebih bertanggung jawab dalam pernyataan yang diunggah di 'platform' mereka.

Seorang eksekutif senior di perusahaan media sosial Facebook menyampaikan hal tersebut melalui blog-nya, menjawab kritik bahwa perusahaan itu tidak bertindak cepat untuk memblokir atau menghapus siaran langsung penembakan di dua masjid yang dilakukan oleh tersangka pelaku, Brenton Tarrant, di Facebook. Video penembakan itu bahkan dapat disebarluaskan dengan sangat cepat di internet.

Wakil Presiden Urusan Integritas Facebook, Guy Rosen, mengatakan “video itu tidak memicu sistem deteksi otomatis” di perusahaan itu. Salah satu penyebabnya karena sistem kecerdasan buatan itu dilatih dengan konten serupa dalam jumlah besar, tetapi dalam kasus ini sistem deteksi itu gagal mendeteksi konten tersebut karena serangan semacam ini sangat jarang terjadi

Berbicara tentang masalah ini, Ardern mengatakan, Chief Operating Officer Facebook, Sheryl Sandberg telah menghubunginya dan tahu apa yang terjadi di negara itu,

Sebuah rekaman video menunjukkan orang-orang bersenjata yang melakukan pembunuhan brutal di masjid itu disiarkan langsung di Facebook sebelum perusahaan itu dirilis.

Namun, video berdurasi 17 menit yang menampilkan pemandangan mengerikan ini telah berulang kali dibagikan di YouTube dan Twitter serta platform lain di media sosial.

"Kami berusaha untuk menyingkirkannya tetapi rekaman terus didistribusikan. Jadi terserah platform (media sosial) lain untuk menyingkirkan, " tulis Facebook seperti dilansir dari The Sun.
(wbs)
Berita Terkait
Facebook Luncurkan Messenger...
Facebook Luncurkan Messenger Kids Dilebih dari 70 Negara
Diakusisi Facebook,...
Diakusisi Facebook, Meme Mark Zuckerberg Tak Akan Hilang
Mark Zuckerberg Kehilangan...
Mark Zuckerberg Kehilangan Rp100 Triliun akibat Aksi Boikot Iklan di Facebook
Facebook Uji Coba Face...
Facebook Uji Coba Face ID dan Touch ID pada Messenger
Facebook Uji Integrasi...
Facebook Uji Integrasi Wikipedia ke Hasil Pencariannya
Facebook Pecat Karyawannya...
Facebook Pecat Karyawannya yang Kritik Kebijakan Mark Zuckerberg
Berita Terkini
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
1 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
1 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
1 hari yang lalu
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
2 hari yang lalu
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
2 hari yang lalu
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
2 hari yang lalu
Infografis
4 Kejutan Pakistan Saat...
4 Kejutan Pakistan Saat Hadapi Serangan Militer India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved