Pendiri WhatsApp Kembali Rekomendasikan Hapus Facebook

Senin, 18 Maret 2019 - 12:23 WIB
Pendiri WhatsApp Kembali...
Pendiri WhatsApp Kembali Rekomendasikan Hapus Facebook
A A A
MOUNTAIN VIEW - Co-founder (pendiri) WhatsApp, Brian Acton, kembali menggelar kampanye negatif terhadap Facebook. Brian meminta masyarakat untuk menghapus atau tak lagi menggunakan Facebook.

Brian sendiri menjadi kaya raya karena Facebook. Pada Oktober 2014, Facebook membeli WhatsApp seharga USD21 miliar. Transaksi tersebut menjadikan yang bersangkutan tercatat sebagai orang terkaya di dunia.

Menurut BuzzFeed, Brian berbicara kepada siswa pada Rabu pekan lalu di Universitas Stanford, almamaternya. Dia adalah salah satu pembicara tamu untuk kelas sarjana yang disebut Ilmu Komputer 181. Kelas yang mengajarkan siswa tentang tanggung jawab sosial dan etika yang dimiliki perusahaan teknologi.

Setelah mendiskusikan bagaimana dirinya mendirikan WhatsApp dengan Jan Koum setelah keduanya meninggalkan Yahoo, dia menjelaskan mengapa akhirnya memutuskan menjual WhatsApp ke Facebook.

Dia merasa bertanggung jawab atas 50 karyawan WhatsApp yang akan menjadi kaya dari penjualan itu. Brian juga harus memikirkan para investor dan menyadari bahwa dengan saham minoritasnya di perusahaan, secara pribadi tidak dapat memblokir kesepakatan bahkan jika dia sangat menginginkannya.

Kedua co-founder berharap mereka dapat membebankan biaya kepada pengguna sedikit, seperti dulu, untuk menangkal rencana monetisasi Facebook, yang melibatkan penjualan iklan. Tapi Facebook akhirnya menjual iklan di aplikasi, mempercepat kepergian Brian dan Koum.

Selama kunjungannya ke Stanford, Acton memberikan para siswa rekomendasi. "Hapus Facebook," katanya.

Ini bukan pertama kalinya dia berkomentar. Sekitar setahun yang lalu, setelah berita pertama muncul tentang 87 juta anggota Facebook yang profilnya digunakan oleh Cambridge Analytica tanpa persetujuan mereka, Brian menyebarkan tweet sederhana. "Sudah saatnya," tulisnya, diikuti oleh tagar #deleteFacebook.
(mim)
Berita Terkait
Blokir Akun Jurnalis...
Blokir Akun Jurnalis Palestina. WhatsApp: Dicurigai sebagai Penyebab Bahaya
Bos Facebook Pastikan...
Bos Facebook Pastikan Fitur Shop Bakal Dirilis di Whatsapp
Dua Mantan Bos WhatsApp...
Dua Mantan Bos WhatsApp Buat Jejaring Sosial HalloApp
WhatsApp Luncurkan Fitur...
WhatsApp Luncurkan Fitur Baru untuk Akun Bisnis
WhatsApp Bakal Bisa...
WhatsApp Bakal Bisa Dipakai di Empat Perangkat Sekaligus
Australia Bakal Larang...
Australia Bakal Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial
Berita Terkini
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
1 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
8 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
9 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
13 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
14 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
15 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Kembali...
Donald Trump Kembali Memperpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved