AS Desak Jerman Berhenti Gunakan Huawei

Rabu, 13 Maret 2019 - 10:06 WIB
AS Desak Jerman Berhenti...
AS Desak Jerman Berhenti Gunakan Huawei
A A A
Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Berlin memperingatkan penggunaan vendor tak dipercaya oleh aliansi dalam jaringan mobile 5G mereka dapat merusak masa depan sharing intelijen oleh pemerintah AS.

Juru bicara Kedubes AS menolak berkomentar secara khusus pada laporan Wall Street Journal (WSJ) tentang pemerintah AS yang memperingatkan Jerman tentang konsekuensi jika Huawei Technologies Co asal China berperan dalam infrastruktur mobile generasi baru Jerman.

Namun juru bicara itu menjelaskan, menggunakan vendor yang tak dapat dipercaya dalam jaringan aliansi dapat meningkatkan pertanyaan tentang integritas dan kerahasiaan komunikasi sensitif dalam satu negara dan antara negara itu dengan aliansinya.

”Ini dapat merusak masa depan kerja sama dan beberapa sharing informasi. Kami berkomunikasi intensif dengan aliansi kami tentang bagaimana mengamankan jaringan telekomunikasi kami untuk memastikan berlanjutnya operasional bersama,” tutur juru bicara Kedubes AS di Berlin, dilansir Reuters.

WSJ melaporkan, Duta Besar (Dubes) AS untuk Jerman Richard Grenell mengeluarkan peringatan dalam surat untuk Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier dengan tanggal Jumat (8/3).

Juru bicara Altmaier menyatakan, surat telah diterima dari Kedubes AS dan kementeriannya akan merespons segera. ”Surat itu sedang dievaluasi,” papar juru bicara itu tanpa menjelaskan isi surat tersebut. Altmaier menjelaskan dalam acara televisi pekan lalu bahwa Jerman tidak ingin melarang Huawei, tapi akan mengubah undang-undang (UU) untuk memastikan semua komponen yang digunakan dalam jaringan 5G itu aman.

Perubahan aturan masih akan difinalisasi dalam pemerintahan koalisi Jerman. Menurut WSJ, surat Grenell menyatakan perusahaan-perusahaan China, sesuai hukum China, dapat diharuskan mendukung badan keamanan China dan pemeriksaan software Huawei tidak dapat menjamin di sana tidak ada kerentanan.

Pertarungan dengan Huawei menjadi salah satu dari banyak konflik dalam sengketa antara Washington dan Beijing. Meski demikian, ada juga ketegangan dalam hubungan AS dan Jerman terkait jaringan pipa gas Stream 2, kesepakatan nuklir Iran 2015, dan masalah perdagangan.

AS dan China selama 2018 saling menerapkan tarif impor untuk produk bernilai miliaran dolar. Tahun lalu berakhir dengan penahanan chief financial officer (CFO) Huawei di Kanada atas permintaan AS hingga memicu kemarahan China. Pejabat AS terus memperingatkan sikap Jerman yang dianggap naif tentang potensi ancaman keamanan China. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Talenta Teknologi Indonesia...
Talenta Teknologi Indonesia Ukir Prestasi di Huawei AP Partner Skill Competition 2025
Balap Kambing Hago Bisa...
Balap Kambing Hago Bisa Dapet Huawei P40 Pro, Gimana Caranya?
Fitur Andalan Huawei...
Fitur Andalan Huawei Mate XT, HP Layar Lipat 3
Huawei Cuma Bawa P40...
Huawei Cuma Bawa P40 Pro ke Indonesia, Kenapa?
Di Tengah Sanksi AS,...
Di Tengah Sanksi AS, Pendapatan Huawei Tahun 2020 Naik 3,8%
Bermitra dengan ITB,...
Bermitra dengan ITB, Huawei Beri Pemahaman Teknologi Terkini ke Mahasiswa
Berita Terkini
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
56 menit yang lalu
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
23 jam yang lalu
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
1 hari yang lalu
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
1 hari yang lalu
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
2 hari yang lalu
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
2 hari yang lalu
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved