Beberapa Aplikasi Android Dilaporkan Kirim Data ke Facebook Tanpa Izin

Rabu, 02 Januari 2019 - 20:02 WIB
Beberapa Aplikasi Android...
Beberapa Aplikasi Android Dilaporkan Kirim Data ke Facebook Tanpa Izin
A A A
MENLO PARK - Sebuah laporan terbaru baru yang dikeluarkan oleh grup kampanye Privacy International menemukan bahwa beberapa aplikasi Android populer mengirim data ke Facebook tanpa meminta izin.

Perusahaan non profit asal Inggris ini menguji 34 aplikasi Android sepanjang Agustus hingga Desember 2018. Hasilnya, 20 dari 34 aplikasi Android tersebut mengirimkan data penggunanya ke Facebook.

Di antara aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang banyak digunakan pengguna seperti Kayak, Skyscanner, Trip Advisor, Shazam, Spotify, dan aplikasi doa. Laporan tersebut bahkan menemukan bahwa beberapa aplikasi mengirim ke Facebook informasi yang sangat terperinci dan sensitif.

Salah satu contohnya adalah agregator tarif Kayak, yang mengirimkan informasi ke Facebook tentang penerbangan yang pengguna cari di aplikasi, tanggal keberangkatan setiap penerbangan, bandara yang terlibat, jumlah orang yang bepergian, kelas tiket dan banyak lagi.

Selain sangat tidak etis, praktik ini juga melanggar aturan dari Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) Eropa yang disahkan pada Mei 2018.

Peraturan ini mencegah perusahaan untuk menggunakan data pribadi pelanggan tanpa persetujuan. Perusahaan yang gagal mematuhi aturan bisa didenda 4% dari pendapatan global atau setara $ 23 juta dolar, dilihat mana yang lebih tinggi.

Menanggapi laporan Privacy International, dilansir Android Police, Rabu (2/1/2019) Facebook mengatakan bahwa pihaknya sedang mengerjakan serangkaian perubahan, termasuk alat baru yang disebut "Clear History" yang katanya dapat membantu mengatasi blowback dari masalah saat ini.

Namun dari beberapa aplikasi yang disebutkan, hanya Skyscanner melalui juru bicaranya menjelaskan bahwa mereka tak menyadari ada data yang dikirim ke Facebook tanpa pengetahuan pengguna. Hal itu disebutnya melanggar aturan perusahaan soal integrasi dengan teknologi pihak ketiga dan sedang menyelidiki kasus ini.
(wbs)
Berita Terkait
Ini Tampang 6 Tersangka...
Ini Tampang 6 Tersangka Grup Facebook Fantasi Sedarah
Cara Mencari Akun Facebook...
Cara Mencari Akun Facebook yang Hilang dan Lupa Kata Sandi
Facebook Tambahkan Tools...
Facebook Tambahkan Tools Parental Control Ke Messenger, Apa Fungsinya?
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan...
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan Akun Facebook yang Dibajak
Enggan Kehilangan Pengguna,...
Enggan Kehilangan Pengguna, Facebook Rancang Strategi Baru Mirip TikTok
84% Konten Disinformasi...
84% Konten Disinformasi Medis di Facebook Tidak Diberi Label
Berita Terkini
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
1 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
1 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
1 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
2 hari yang lalu
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
2 hari yang lalu
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
3 hari yang lalu
Infografis
Ukraina Bisa Miliki...
Ukraina Bisa Miliki Senjata Nuklir dalam Beberapa Bulan ke Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved