Bersaing Tak Sehat, Google Ditunggu Sanksi Denda USD3 Miliar Lebih

Selasa, 17 Juli 2018 - 19:01 WIB
Bersaing Tak Sehat,...
Bersaing Tak Sehat, Google Ditunggu Sanksi Denda USD3 Miliar Lebih
A A A
PARIS - Investigasi Komisi Eropa mengenai kebijakan Google terkait Android dan produsen ponsel yang dimulai pada 2013 diperkirakan berakhir besok (Rabu, 17/7/2018) waktu setempat. Putusannya kemungkinan perusahaan raksasa teknologi itu dikenai denda lebih dari USD3 miliar.

Semuanya berawal setelah pengaduan diajukan oleh FairSearch, grup pelobi pada saat mewakili beberapa perusahaan, termasuk Oracle dan Microsoft. Masalah yang Komisi lihat, Google memaksa produsen ponsel menggunakan sistem operasi Android-nya untuk menginstal Google Search sebagai mesin pencari default. Begitu juga dengan Google Chrome sebagai browser default.

Dilansir dari Reuters, Selasa (17/7/2018), Komisi Eropa melihat hal tersebut guna menghambat persaingan dengan cara yang tidak adil. Google pun menanggapinya dengan mengunggah blog yang menjelaskan, perangkat yang menggunakan sistem operasi selulernya rata-rata dengan lebih banyak aplikasi pihak ketiga yang diprainstal daripada pesaingnya, Apple dan Microsoft.iPhone, misalnya, hanya datang dengan aplikasi Apple yang sudah terinstal. Menurut Kent Walker, Wakil Presiden Senior Google, produsen tak berkewajiban untuk memasang aplikasi Google dan bebas memiliki perangkat lunak yang secara langsung bersaing dengan Google.

Kondisi itu mengacu pada alternatif untuk Dialer, Kalender, dan aplikasi Android inti lainnya. Bukan bloatware yang ditakuti yang juga ingin dipasang oleh perusahaan.

Membandingkan diri mereka dengan Apple tidak membantu kasus Google karena Komisi Eropa tidak mempertimbangkan iOS sebagai pesaing Android. Mengingat ini dominasinya di Eropa, tentu regulator menganggap Android sebagai liga tersendiri.

Selain itu, posting blog mengingatkan, memiliki paket inti Google Search dan Chrome adalah yang memungkinkan perusahaan menawarkan sistem operasi secara gratis. Ketimbang memungut biaya lisensi untuk membayar biaya pengembangan yang besar. Hal ini memungkinkan pembuat ponsel untuk menjual produknya dengan harga lebih rendah yang menguntungkan konsumen.

Keputusan Komisi Eropa dan besarnya denda tidak mungkin mengubah cara Google melakukan bisnis melalui Android. Pangsa pasar sistem operasi mobile Eropa sekitar 74%, artinya mungkin akan lebih murah bagi Google untuk membayar denda secara teratur daripada membuat perubahan yang dapat merugikan pendapatannya.
(mim)
Berita Terkait
Google Chrome Akhiri...
Google Chrome Akhiri Dukungan untuk Android 8 dan Android 9
Android Kini Murni Dikembangkan...
Android Kini Murni Dikembangkan oleh Google
Android 15 Resmi Meluncur,...
Android 15 Resmi Meluncur, Berikut Fitur-fitur Canggihnya
Smartphone Pertama di...
Smartphone Pertama di Dunia yang Akan Mendapatkan Android 16
Google Kenalkan Fitur...
Google Kenalkan Fitur Circle to Search untuk Android, Ini Cara Pakainya
Ini Alasan Google Gabungkan...
Ini Alasan Google Gabungkan Tim Android dan Perangkat Kerasnya
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
3 jam yang lalu
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
7 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
10 jam yang lalu
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
12 jam yang lalu
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
2 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
2 hari yang lalu
Infografis
Mana Lebih Sehat, Toilet...
Mana Lebih Sehat, Toilet Jongkok atau Duduk? Ini Penjelasan Dokter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved