Inggris Denda Facebook Rp9,5 Miliar

Kamis, 12 Juli 2018 - 11:53 WIB
Inggris Denda Facebook...
Inggris Denda Facebook Rp9,5 Miliar
A A A
LONDON - Regulator informasi Inggris menerapkan denda pada Facebook terkait pelanggaran undang-undang (UU) proteksi data setelah jutaan akun pengguna disalahgunakan Cambridge Analytica.

Denda sebesar 500.000 poundsterling (Rp9,5 miliar) itu relatif kecil atau hanya kurang dari 10 menit pendapatan yang bisa diperoleh Facebook setiap hari. Meski demikian, denda ini merupakan jumlah maksimal yang dapat diterapkan sesuai dengan hukum yang ada setelah regulator menemukan kesalahan dalam praktik bisnis Facebook bernilai USD590 miliar tersebut.

Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg menghadapi pemeriksaan oleh anggota parlemen Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) tentang bagaimana Cambridge Analytica memperoleh data pribadi 87 juta pengguna Facebook dari seorang peneliti.

Facebook berjanji mengubah kebijakannya menjelang pemilu lokal di Inggris tahun depan. Dengan memperbarui investigasi tentang penggunaan data analisisi dalam kampanye politik, Kantor Komisioner Informasi Inggris (ICO) menyatakan akan menerapkan denda pada Facebook. Meski demikian, Facebook dapat merespons ICO sebelum keputusan akhir itu dibuat.

Komisioner Informasi Elizabeth Denham menyatakan, Facebook melanggar UU dengan gagal menjamin keamanan informasi pengguna dan tidak transparan tentang bagaimana data dipanen oleh pihak lain dalam platform tersebut.

”Berbagai teknologi baru yang menggunakan analisis data untuk menargetkan kelompok tertentu dapat memberi kemampuan pada tim kampanye untuk berhubungan dengan suara individu. Namun ini tidak transparan, adil dan sesuai UU,” ungkap pernyataan Denham dikutip kantor berita Reuters.

Denda itu merupakan jumlah maksimal yang diizinkan dalam UU perlindungan data Inggris, meski telah diganti Regulasi Proteksi Data Umum Uni Eropa (GDPR) pada Mei, karena perusahaan-perusahaan dapat didenda hingga 4% pendapatan untuk pelanggaran itu. Facebook menyatakan pihaknya sedang meninjau laporan itu dan akan segera merespons.

”Seperti kami katakan sebelumnya, kita harus melakukan lebih banyak untuk menyelidiki berbagai klaim terkait Cambridge Analytica dan mengambil tindakan pada 2015,” ujar Erin Egan, Kepala Kantor Privasi Facebook.

”Kami telah bekerja sama dengan Kantor Komisioner Informasi dalam investigasi mereka pada Cambridge Analytica, seperti yang kami lakukan dengan otoritas di AS dan negaranegara lain,” ujar Egan. Parlemen Inggris meluncurkan penyelidikan mengenai berita palsu dan dampaknya pada kampanye pemilu.

Mereka juga fokus pada Cambridge Analytica. ICO menyatakan pihaknya menyediakan laporan sementara untuk membantu penyelidikan itu. Facebook memperkirakan ada lebih 87 juta data pengguna yang disalahgunakan oleh Cambridge Analytica.

Secara rinci, negara-negara yang data penggunanya disalahgunakan adalah AS sebanyak 70,6 juta data pengguna, Filipina 1,2 juta, Indonesia 1,1 juta, Inggris 1,1 juta, Meksiko 790 ribu, Kanada 622 ribu, India 563 ribu, Brasil 443 ribu, Vietnam 427 ribu, dan Australia 311 ribu.

Tidak hanya itu, Facebook juga mengakui data milik sekitar 2 miliar pengguna platform itu rentan disalahgunakan. Tahun lalu, regulator antimonopoli di Uni Eropa menerapkan denda USD122 juta pada Facebook. Facebook juga mendapat denda USD164.000 dari regulator Prancis karena dianggap gagal mematuhi aturan proteksi data. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Ini Tampang 6 Tersangka...
Ini Tampang 6 Tersangka Grup Facebook Fantasi Sedarah
Cara Mencari Akun Facebook...
Cara Mencari Akun Facebook yang Hilang dan Lupa Kata Sandi
Facebook Tambahkan Tools...
Facebook Tambahkan Tools Parental Control Ke Messenger, Apa Fungsinya?
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan...
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan Akun Facebook yang Dibajak
84% Konten Disinformasi...
84% Konten Disinformasi Medis di Facebook Tidak Diberi Label
Enggan Kehilangan Pengguna,...
Enggan Kehilangan Pengguna, Facebook Rancang Strategi Baru Mirip TikTok
Berita Terkini
China Mempercepat Pengembangan...
China Mempercepat Pengembangan Teknologi 6G
43 menit yang lalu
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
13 jam yang lalu
Kecerdasan Buatan Tidak...
Kecerdasan Buatan Tidak Beretika, Paus Leo Memperingatkan Bahaya AI
22 jam yang lalu
Gunakan Metologi Sistem...
Gunakan Metologi Sistem Coaching, ABOS Diperkenalkan
1 hari yang lalu
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
1 hari yang lalu
Mengungkap Motif di...
Mengungkap Motif di Balik Rilis Dokumen Rahasia UFO oleh AS dan Parlemen Jepang
1 hari yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved