Kaya Energi Matahari, Signify Siap Pamerkan Teknologi di Indonesia

Senin, 02 Juli 2018 - 21:29 WIB
Kaya Energi Matahari,...
Kaya Energi Matahari, Signify Siap Pamerkan Teknologi di Indonesia
A A A
JAKARTA - Sebagai negara di dalam lintasan garis khatulistiwa, Indonesia kaya akan sinar matahari. Melihat potensi tersebut, Signify bermaksud memanfaatkan kekuatan sinar matahari di Tanah Air untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan masyarakatnya.

Setelah peluncuran produk secara perdana di India pada awal tahun ini, kini mereka meluncurkan Philips SunStay, lampu jalan tenaga surya terintegrasi dan Philips LifeLight, lentera surya inovatif di Indonesia. Negara lain yang kecipratan teknologi ini di antaranya, Kamboja, Filipina, Arab Saudi, Thailand, Vietnam, dan Benua Afrika.

"Pencahayaan bertenaga surya menyelamatkan dan menjadi penopang hidup bagi masyarakat di daerah yang belum terjangkau listrik. Penerangan jalan berdaya matahari adalah salah satu segmen dengan yang bertumbuh paling cepat di penerangan umum dan yang paling berkelanjutan,” kata Harsh Chitale, Business Group Leader Professional Signify di Jakarta, Senin (2/7/2018).

“Lentera surya kami yang baru membuat kehidupan masyarakat di di daerah yang belum terjangkau listrik menjadi jauh lebih baik. Lentera ini membantu masyarakat merasa lebih aman setelah gelap, memungkinkan anak-anak untuk belajar dan memperpanjang aktivitas komersial hingga waktu malam,” papar Harsh.

Philips SunStay menggabungkan panel surya, luminer, pengontrol pengisian daya, dan baterai dalam satu rumah lampu. Hal ini membuatnya menjadi ringkas, mudah dipasang, dan dipelihara.

"Juga membantu menghemat biaya pemasangan kabel, mengurangi jejak karbon, dan menurunkan belanja modal dan pengeluaran operasional secara keseluruhan," katanya seraya menambahkan, dengan output 2.000 dan 3.000 lumen serta efisiensi pencahayaan sebesar 175 lm/W, maka SunStay lebih efisien dibandingkan lampu jalan tenaga surya yang ada sekarang.

Lebih lanjut dikatakan, Philips LifeLight cocok digunakan di dalam maupun di luar ruangan dan didesain untuk masyarakat di daerah yang belum terjangkau listrik. Lentera tersebut dilengkapi dengan terminal USB untuk mengisi daya ponsel dan perangkat lain, yang merupakan fitur yang dihargai secara luas. LifeLight generasi kedua memiliki baterai baru yang dapat diganti untuk memperpanjang masa pakainya lebih lama lagi.

Selain membawa akses pencahayaan ke rumah tangga-rumah tangga tanpa listrik, lentera tenaga surya ini meningkatkan kesehatan masyarakat dan dapat menyelamatkan hidup. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pencahayaan berbasis bahan bakar dan pemanasan menyebabkan hampir empat juta kematian setiap tahunnya. Sebab orang-orang menerangi dan memasak di rumah mereka dengan menggunakan kayu bakar, lilin dan minyak tanah. Angka ini hampir setara dengan seluruh populasi di Bali.

“Pelanggan kami mencari fitur-fitur inovatif seperti yang ditawarkan oleh Philips SunStay dan Philips LifeLight. Dua produk bertenaga surya ini memanfatkan sinar matahari yang berlimpah di negara tropis seperti Indonesia," pungkasnya.

Philips SunStay dianggap dapat dengan mudah digunakan untuk menerangi ruang publik seperti taman, jalan dan trotoar, seraya memampukan kota untuk menghemat biaya listrik. "Di daerah tanpa listrik, Philips LifeLight dapat menggantikan lentera minyak tanah dan generator diesel, sehingga biaya bahan bakar tersebut dapat dialokasikan untuk keperluan lain sekaligus mengurangi paparan asap berbahaya,” ujar Rami Hajjar, Country Leader dari Operasi/Bisnis Signify di Indonesia.
(mim)
Berita Terkait
Signify Resmikan Pabrik...
Signify Resmikan Pabrik Luminer Cetak 3D dengan Teknologi Ramah Lingkungan
Big Brand Day Hadirkan...
Big Brand Day Hadirkan Banyak Pilihan Produk Elektronik Rumah Tangga
Philips Shaver S1000...
Philips Shaver S1000 Dilengkapi dengan Pengisian Daya Nirkabel
Philips Klaim Alat Pembersih...
Philips Klaim Alat Pembersih Udaranya Bisa Menyaring 99,97% Partikel Halus
Signify Perkenalkan...
Signify Perkenalkan Lampu Pintar Terkoneksi yang Bisa Berubah Warna
Philips akan Pecat 6.000...
Philips akan Pecat 6.000 Karyawan di Penjuru Dunia pada 2025
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
3 jam yang lalu
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
9 jam yang lalu
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
10 jam yang lalu
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
14 jam yang lalu
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
1 hari yang lalu
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
1 hari yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved