Tahun Ini India Jadi Area 'Perang' Apple dan Pabrikan Ponsel China

Rabu, 20 Juni 2018 - 08:01 WIB
Tahun Ini India Jadi...
Tahun Ini India Jadi Area 'Perang' Apple dan Pabrikan Ponsel China
A A A
CUPERTINO - Menurut pemasok handset Taiwan, dunia akan menyaksikan "perang brutal" antara produsen ponsel China dengan Apple untuk menguasai pasar smartphone di negara berkembang. Persaingan ketat itu melibatkan produsen asal Amerika Serikat), yakni Apple dengan raksasa manufakur China.

Pertarungan perebutan konsumen di negara berkembang seperti di pasar India dan China diperkirakan berlangsung tahun ini, tepatnya menjelang peluncuran teknologi 5G. Para produsen berharap bisa mengesankan pembeli smartphone sebelum transisi ke konektivitas nirkabel generasi berikutnya.

Dengan cara ini, laman Digitimes, Selasa (19/6/2018), menyatakan, pabrikan berharap mereknya bakal menjadi yang pertama dipertimbangkan oleh calon pembeli smartphone yang ingin beralih darei unit 4G menjadi handset 5G.

Apple sendiri berencana menggunakan harga sebagai senjatanya dalam memenangi peperangan ini. Dengan memangkas biaya komponen, Apple berharap bisa menarik pembeli dengan menawarkan harga yang lebih rendah pada model iPhone 2018.

Satu-satunya pengecualian adalah unit Plus 6,5 inci. Dua ponsel iPhone lainnya, termasuk sekuel iPhone X 5,8 inci dan iPhone 9. Yang terakhir membawa layar LCD 6,1 inci dan dipatok menjadi model termurah di antara trio ponsel cerdas tersebut.

Dari pihak China, ada Vivo, Huawei, Oppo, dan Xiaomi sudah fokus pada penambahan fitur kecerdasan (AI) buatan di ponselnya masing-masing. Untuk membantu produsen membawa AI ke perangkat mid-range, Qualcomm menambahkan dukungan untuk AI ke seri 700 dan 600 chipset Snapdragon.

MediaTek juga berencana membangun versi SoC Helio P60 yang berada dibarisan terdepan guna memperkuat kinerja ponsel mid-range. Helio P60 termasuk pengolahan NeuroPilot AI canggih.

Pelanggan perancang chip telah meminta chip mid-range dengan dukungan AI. Lalu MediaTek baru-baru ini memperkenalkan Helio P22 SoC yang sesuai dengan permintaan.

India sebagai pasar smartphone terbesar kedua di dunia setelah China, bisa menjadi medan pertempuran besar. Karena situasi ekonomi di negara ini, handset dengan harga lebih rendah seperti model iPhone yang lebih lama dan iPhone SE telah melakukannya dengan baik di sana.

Sekadar informasi, Xiaomi telah mengambil alih India berkat dukungan harga pada jajaran handset-nya. Dan bulan lalu, Samsung memiliki rencana untuk menjadi lebih agresif di India dengan menggunakan desain Infinity Display modern dan penyiapan kamera ganda pada model mid-range-nya.
(mim)
Berita Terkait
Xiaomi Geser Apple dan...
Xiaomi Geser Apple dan Samsung: Bukan Lagi Pemain Kedua di Pasar Smartphone Global!
Perbandingan Spesifikasi...
Perbandingan Spesifikasi dan Harga Xiaomi 12 vs iPhone SE 2022
Samsung No 1, Xiaomi...
Samsung No 1, Xiaomi Libas Apple untuk Klaim Posisi ke-3 Penjualan Smartphone
Sindo Digital Literacy...
Sindo Digital Literacy Gelar Workshop Bareng Xiaomi, Optimalkan Penggunaan Smartphone untuk Jadi Konten Kreator
Xiaomi Tidak Meluncurkan...
Xiaomi Tidak Meluncurkan Chip Prosesornya setiap Tahun seperti Apple
Update Harga Smartphone,...
Update Harga Smartphone, TV, dan Produk AIoT Xiaomi April 2023
Berita Terkini
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
1 jam yang lalu
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
3 jam yang lalu
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
3 jam yang lalu
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
15 jam yang lalu
Kunci Konvensional Mulai...
Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah
15 jam yang lalu
Meta Blokir Fungsi Kamera...
Meta Blokir Fungsi Kamera Kacamata Pintar Jika Lampu Privasi Terhalang
16 jam yang lalu
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved